Ada yang menarik dalam proses lamaran atau deklarasi adat Paket Tabun-Tualaka di Desa Noeolin, Kecamatan Toianas TTS pada jumad, 9/8/2024 lalu.
Acara yang dikemas penuh nuansa budaya ini menandai kesiapan Drs.Salmun Tabun, MSi dan Dr. Marten Tualaka, SH. MSi ikut ambil bagian dalam perhelatanan Pilkada langsung di Kabupaten TTS.
Hal menarik yg dimaksud dalam proses peminangan ini adalah hadirnya sejumlah Usif dan Amaf dari Swapraja Amanuban yang setia mendampingi Salmun Tabun yg digadang gadang sebagai satu-satunya kompetitor Pilkada yang berasal dari swapraja Amanuban.
Terpantau media ini yang hadir dilokasi kegiatan adalah Usif Welem Nope, Usif Pina Ope Nope, Usif Kusa Nope, Usif M.O Nakamnanu, Usif Nino Nakamnanu.
Tak ketinggalan pula hadir sejumlah Amaf dan Meo Amanuban serta sejumlah tokoh adat dari Amanuban semisal Timotius Benu, Okto Nabuasa dan sejumlah tokoh amanuban lainnya.
Usif Pina Ope Nope, salah satu Usif dari Sonkolo Niki-Niki dalam petuahnya menyampaikan bahwa kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan kepada Salmun Tabun sebagai kader dari swapraja Amanuban yang akan berkontestasi dalam even politik lima tahunan ini.
Bahkan disentil bahwa restu dari Usif Amanuban khususnya dari Usif Nope Son Kolo sudah diberikan pada beberapa bulan lalu ketika Keluarga Salmun Tabun menyambangi Sonaf di kelurahan Niki-niki.
Bahkan Usif Pina dalam penyampaiannya menyebut dalam bahasa adat bahwa Salmun Tabun diibaratkan sebagai Tombak dan Kuda pacu dari amanuban.
“Hai mnuan ko on auni mnanu ma bikase kue mnanu pah banam” hem nao maken neu tunaf teun Banam, Onam ma Onam ” Ungkap Pina dengan bahasa adat timor, yang kira kira artinya : kami melepaskan engkau seperti ujung Tombak dan Kuda pacu terbaik untuk pergi berperang bagi Banam, Oenam dan Onam.
Sementara itu Salmun Tabun dalam pidato politiknya menyampaikan kebanggaannya karna proses peminangan Dr. Marten Tualaka, dirinya didampingi oleh Usif, Amaf, Meo dan Naimnuke, dan Fetnai dari Amanuban yang membawa spirit tersendiri baginya dalam momentum Pilkada TTS november mendatang.
Meski demikian, Tabun menegaskan bahwa menjadi Bupati dan Wakil Bupati harus bisa berlaku adil bagi semua kalangan dan golongan.
“Saya selalu katakan, menjadi Bupati TTS itu kita harus bisa mengangkat Kepala dan melihat jauh karna TTS ini luas dan ada berbagai macam suku, golongan dsb, jangan sampai kita hanya bisa melihat amanuban saja, molo saja atau amanatun saja” tegas Tabun disambut tepuk tangan meriah dari masa simpatisannya.
Acara bertajuk peminangan/ deklarasi adat tersebut dimulai sekitar pukul 16.00 sore hingga pukul 19.00 WITA dihadiri lebih dari seribu orang.

Tinggalkan Balasan