Relawan“Beta NTT AJA”mendeklarasikan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dari kalangan milenial NTT.
Kedua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Ansi- Jane diiringi musik tradisional Ngada di sepanjang Jalan Bajawa dan Jalan Thamrin, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Bahkan Ansi- Jane disambut hangat dengan tarian adat, di tengah lautan pendukung dan relawan yang mengangkat bendera dengan slogan “Beta Cinta NTT”.
Ribuan simpatisan yang hadir, begitu antusias untuk menangkan Ansi – Jane dalam pilgub NTT 2024 nanti.
Tekad mereka terbukti dengan menghadirkan ribuan, simpati pendukung Ansi-Jane dalam deklarasi “Beta NTT Aja”
Dengan tekad kuat, Ketua Relawan “Beta NTT AJA”, Engky Tiu, memimpin ratusan orang muda untuk berkomitmen mendukung penuh pasangan Ansy Lema dan Jane.
“Kami Relawan “Beta NTT AJA” berjanji akan setia mendukung dan berada dalam barisan untuk mendukung Kaka Ansy dan Kaka Jane,” tegasnya.
Hal yang sama juga, dukungan datang dari kalangan muda, sesepuh Jalan Bajawa, Darius Tiwu, memberikan pesan penuh harapan kepada para relawan. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan gerakan “door to door” untuk memenangkan Ansy dan Jane.
Baginya kedua figur ini yang dicintai NTT, pasalnya Ansi- Jane pemimpin yang bersih, merakyat dan memiliki rekam jejak yang baik
Semangat dan tekad para relawan semakin membara. Mereka berjanji akan memperluas jaringan relawan dan terus mendukung Kaka Ansy dan Kaka Jane hingga pemilihan gubernur 2024 mendatang.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi NTT, pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto menghadirkan harapan baru.
Dengan slogan “Beta Cinta NTT”, keduanya bertekad membawa perubahan nyata bagi provinsi ini, terutama melalui pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, dan kesehatan.
Para relawan ini juga memiliki keyakinan kuat bahwa pemimpin yang cinta daerahnya akan selalu bekerja keras untuk kesejahteraan rakyatnya.
Sedangkan Jane Natalia Suryanto, sosok yang akrab dipanggil Jane, bercerita dengan penuh antusiasme mengenai perjalanan dan misinya di NTT.
Ia menjelaskan, semenjak telah menjalankan berbagai kegiatan sosial di bidang pendidikan. Salah satunya adalah program peningkatan kesejahteraan guru-guru honorer di Sumba, yang sebelumnya hanya mendapatkan gaji Rp 200 per bulan.
Perempuan yang menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Amerika ini telah menjalankan berbagai kegiatan sosial di bidang pendidikan. Salah satunya adalah program peningkatan kesejahteraan guru-guru honorer di Sumba, yang sebelumnya hanya mendapatkan gaji Rp 200 per bulan.
“Saya bukan datang untuk mengambil kekuasaan, tetapi untuk melayani dan membantu sesama,” ujarnya.
Tak hanya itu, perempuan yang menyelesaikan studi S1 dan S2 di Amerika ini, juga dikenal melalui aksi nyata di masa pandemi COVID-19, saat ia menghadirkan ribuan vaksin ke NTT. Ia juga turun tangan langsung membantu korban bencana siklon Seroja. Semua ini dilakukannya dengan menggunakan dana pribadi dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Central Asia (BCA).

Tinggalkan Balasan