Kantor Bahasa Provinsi NTT Gelar Kemah Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah Tahun 2024

Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Kemah Penulisan Cerita Pendek Berbahasa Dawan, Kambera/Manggena, dan Rote Tahun 2024 di Hotel Kristal pada 20—23 November 2024. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama tiga tahun dari tahun 2022. Kemah penulisan ini merupakan salah satu tahapan dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Provinsi NTT Tahun 2024. Kegiatan ini diikuti oleh para pemenang atau finalis pada mata lomba Menulis dan Membawakan Cerpen/Cerita Rakyat pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten. Adapun kegiatan ini dibuka pada hari Rabu, 20 November 2024. Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Pemodernan dan menyampaikan dalam penyampaian laporan kegiatan, kegiatan ini merupakan wahana baru dalam penulisan bahasa daerah.
“Kegiatan Kemah Penulisan Cerpen merupakan salah satu kegiatan puncak dari Revitalisasi Bahasa Daerah. Kegiatan ini juga merupakan salah satu pendekatan baru dalam usaha memelihara bahasa daerah” ujar Pangkul.
Dengan adanya Kemah Penulisan Cerpen ini diharapkan para peserta dapat menjaga eksistensi bahasa daerah. Kegiatan ini juga bertujuan melatih para siswa agar lebih aktif dalam menulis cerita pendek berbahasa daerah dalam bahasa Dawan, Rote, dan Kambera/Manggena. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat berproses dalam menulis cerpen, sehingga menjadi lebih terlatih dalam menghasilkan cerpen.
“Selain untuk merevitalisasi bahasa daerah, tulisan dari anak-anak akan dibukukan menjadi sebuah antologi cerita pendek dwibahasa bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang akan dipublikasikan oleh Badan Bahasa” lanjut Pangkul.
Penulisan Kemah Cerpen Tahun 2024 dihadiri pula tim pendamping dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Retno Handayani sebagai perwakilan tim pendamping dari Badan Bahasa menyampaikan kegiatan pembelajaran bahasa daerah dapat dilakukan dalam berbagai cara, salah satunya melalui kemah penulisan cerita pendek.
“Pembelajaran bahasa daerah diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memoles dan mengurasi hasil karya siswa menjadi karya yang berkualitas.” ucap Retno.
“Kegiatan penulisan cerpen ini dapat mendorong anak untuk terus menulis dan mengembangkan minat berkarya. Selain itu, diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan muncul cerpenis-cerpenis muda lainnya” tambahnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Elis Setiati, S.Pd., M.Hum. Elis memotivasi para peserta untuk semangat belajar dan berkarya. Dia menekankan pentingnya melestarikan bahasa daerah.
“Tuliskan pengalaman pribadi menjadi sebuah karya yang berkualitas. Berkreasilah dalam menulis cerpen. Lalu, tuliskan juga dalam cerita dengan latar belakang daerah” ucap Elis.
Sebanyak 45 siswa SD dan SMP dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Rote mengikuti kegiatan ini. Para peserta didampingi oleh para pendamping dari sekolah dan dinas pendidikan. Para peserta adalah penutur muda bahasa daerah yang direvitalisasi tahun 2024, antara lain bahasa Dawan, Kambera/Manggena, dan Rote. Para peserta juga dilatih oleh para narasumber yang merupakan penulis dan sastrawan, dan budayawan dari Provinsi NTT, seperti Mezra Pellondou, Leksi S.Y. Ingguoe, Diana Debi Timoria, Dunstan Maunu Obe, Pina Ope Nope, dan Yunitha May. Para narasumber memberikan wawasan dan keterampilan dalam menyusun cerpen.(*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *