Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Francis, membantah tudingan miring terkait penggunaan “kartu sakti CS’an” sebagai alat politik uang. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak beberapa hari terakhir.
“Kami tegaskan, itu hoaks. Kartu sakti itu bukan untuk politik uang, melainkan untuk identifikasi relawan pemantau TPS,” ujar Christian dalam rilis resmi pada Selasa, 26 November 2024.
Menurutnya, kartu ini dirancang untuk memastikan setiap relawan terdata dengan jelas dan bertugas sesuai aturan. Selain itu, relawan yang memegang kartu memiliki tanggung jawab melaporkan praktik politik uang dari pihak lain kepada Bawaslu.
“Kartu ini bahkan sudah kami jelaskan di hadapan Bawaslu saat bimbingan teknis. Jadi, tidak ada yang perlu diragukan. Kalau mau, saya masih punya banyak, bisa saya bagikan,” canda Christian.
Serena Francis menambahkan bahwa mereka mengutamakan integritas dalam kampanye. “Kami ingin pemilu yang bersih, di mana masyarakat memilih berdasarkan visi dan program, bukan karena uang,” jelasnya.
Christian juga menyebut bahwa timnya memiliki kartu lain bernama “Kartu Srikandi”, namun ia menyayangkan hanya kartu CS’an yang menjadi bahan tudingan negatif.
Pasangan ini mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu-isu tidak berdasar dan fokus pada pembangunan Kota Kupang yang lebih baik. “Mari kita bersama-sama menjaga integritas dan masa depan Kupang,” pungkas Christian. ***

Tinggalkan Balasan