“Tangan Jahil di Tanah Damai: Patung Bunda Maria Dirusak, Umat Katolik Berseru Keadilan”

TTS – Insiden perusakan patung Bunda Maria di Desa Tuataum, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mengundang keprihatinan mendalam dari umat Katolik. Patung yang menjadi simbol iman ditemukan dalam kondisi rusak pada Selasa (7/1/2025). Peristiwa ini memicu respon tegas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Pemuda Katolik, Tim Hati Suci Tak Bernoda Maria (THSTHM), dan Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah TTS.

Didampingi Romo Patris Tampani, ketiga organisasi tersebut menggelar audiensi dengan Kapolres TTS, AKBP Ari Satmoko, pada Jumat (10/1/2025). Pertemuan ini menegaskan komitmen mereka untuk menjaga kerukunan, mendorong proses hukum, dan memulihkan kedamaian di masyarakat.

“Kami berharap kasus ini ditangani dengan adil sesuai hukum yang berlaku. Persatuan dan kedamaian harus tetap menjadi prioritas kita bersama,” ujar Romo Patris dalam audiensi tersebut.

Penegasan Kapolres
Kapolres TTS, AKBP Ari Satmoko, menegaskan komitmen kepolisian untuk menangani kasus ini secara objektif dan profesional. “Kami akan mengambil langkah-langkah sesuai bukti di lapangan. Masyarakat diimbau mempercayakan proses hukum kepada kami,” katanya.

Meski audiensi ini berlangsung di hari terakhir tugasnya di Polres TTS, Kapolres menyerukan agar semua pihak menjaga kondusifitas. “Kita harus bersama-sama mencegah provokasi yang dapat merusak kerukunan,” tambahnya.

Pesan Tegas Pemuda Katolik
Sekretaris Komda Pemuda Katolik NTT, Alexander Tamonob, menegaskan bahwa meski perdamaian ditempuh, proses hukum harus tetap berjalan. “Perusakan patung Bunda Maria adalah penghinaan terhadap simbol iman Katolik. Proses hukum wajib diteruskan demi keadilan,” tegasnya.

Alexander juga meminta organisasi tertentu yang diduga terkait kasus ini untuk mengevaluasi anggotanya. “Ini adalah peringatan agar tidak ada lagi tindakan serupa yang dapat memecah kerukunan di masa depan,” ujarnya.

Panggilan untuk Toleransi
Ketiga organisasi Katolik menyerukan umat untuk tetap tenang dan mendukung proses hukum. Mereka berharap kejadian ini menjadi momentum memperkuat toleransi antarumat beragama di Kabupaten TTS.

Peristiwa ini mengingatkan semua pihak tentang pentingnya menjaga simbol keagamaan sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan. Dengan semangat persatuan, masyarakat TTS diajak bekerja sama untuk memulihkan kedamaian.

#Toleransi #Keadilan #Perdamaian #KabupatenTTS

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *