“Undana Gegerkan Dunia Akademik: 6 Guru Besar, Pasangan Suami Istri Pioneering di Indonesia!”

Kupang,– Universitas Nusa Cendana (Undana) mencatatkan sejarah emas pada awal tahun 2025 dengan mengukuhkan enam guru besar sekaligus, termasuk pasangan suami istri pertama di Indonesia yang menerima gelar akademik bergengsi ini secara bersamaan. Di tengah sorotan dunia pendidikan, Prof. Ir. Marthen Robinson Pellokila, MP., PhD, dan Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Si, mencatatkan namanya dalam sejarah Undana sebagai simbol kebanggaan akademik.

Prof. Robby, ahli ekonomi pertanian dan sumber daya alam dari Fakultas Pertanian, bersama sang istri Prof. Intje, pakar ekologi pangan dan gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, menjadi pasangan guru besar yang dikukuhkan bersama pada pukul 10.40 WITA di Auditorium Undana. Prosesi pengukuhan yang dipimpin oleh Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U E Sanam, M.Sc., ini menjadi sorotan karena mengukir sebuah rekor yang belum pernah terjadi di universitas manapun di Indonesia.

“Ini bukan sekadar gelar, tetapi penghormatan kepada dedikasi luar biasa dalam ilmu pengetahuan dan pengabdian yang telah membawa Undana ke puncak prestasi akademik,” ujar Prof. Maxs U E Sanam dalam sambutannya.

Kedua pasangan ini tidak hanya mengukuhkan hubungan mereka dalam hidup, tetapi juga dalam dunia akademik. Prof. Robby, kelahiran Kupang pada 17 Maret 1965, bersama Prof. Intje, kelahiran Ambon pada 26 Juli 1972, telah membuktikan bahwa dunia pendidikan tak mengenal batas, bahkan dalam bentuk pasangan suami istri. Keduanya dianugerahi dengan dua anak, Blessty Serenity dan George Semuel Judah Pellokila, yang kini menjadi saksi perjalanan gemilang orang tua mereka.

Namun, perjalanan Undana dalam dunia pendidikan tak berhenti di sana. Pada 7 Januari 2025, universitas yang berdiri sejak 1962 ini juga mengukuhkan tiga guru besar luar biasa lainnya: Prof. Dr. Frans Gana, Prof. Dr. Yuliana Salosso, dan Prof. Reinner Ishaq Lerrick. Dengan ini, Undana telah melahirkan total 65 guru besar, menunjukkan konsistensi dan komitmennya dalam mencetak akademisi handal yang siap mengubah masa depan.

Seiring dengan berkembangnya Undana, lembaga ini semakin menjadi simbol keunggulan pendidikan di Indonesia Timur. Tidak hanya sekadar tempat belajar, namun juga menjadi inkubator bagi inovasi, pengabdian, dan pengembangan ilmu yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Undana kini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi sudah menjadi referensi nasional dalam bidang pendidikan tinggi,” ujar Prof. Maxs menutup acara.

Dengan pencapaian monumental ini, Undana semakin solid sebagai kekuatan pendidikan yang tidak hanya menginspirasi Indonesia Timur, tetapi juga mengukir langkahnya dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *