TTU,– Tingginya intensitas hujan di wilayah Timor Tengah Utara (TTU) kembali menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan. Salah satu ruas jalan nasional di jalur Sabuk Merah sektor barat, tepatnya di kilometer 65+800 pada ruas Saenam-Nunpo, amblas akibat pergeseran kaki lereng bawah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 PJN Wilayah 2 NTT, Dirmala, S.T., menjelaskan bahwa kerusakan ini terjadi karena erosi yang menggerus kaki lereng, sehingga sebagian badan jalan tidak mampu menahan beban. “Kami langsung melakukan penimbunan dengan material agar kendaraan tetap bisa melintas sementara waktu,” kata Dirmala saat dihubungi pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT segera menurunkan tim ke lokasi untuk penanganan darurat. Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 NTT, Fahrudin, S.T., memastikan bahwa akses di ruas jalan nasional Saenam-Nunpo sudah kembali fungsional. “Namun, untuk penanganan permanen, masih diperlukan kajian teknis yang melibatkan Litbang Kementerian PUPR,” ungkap Fahrudin.
Sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini, Kepala BPJN NTT Agustinus Juanianto bersama Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR, Kasubit Perencanaan Teknis, dan tim Litbang Kementerian PUPR meninjau langsung lokasi kerusakan pada ruas jalan Saenam-Nunpo. Dalam kunjungan tersebut, mereka melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jalan dan tanah di lokasi. “Pengujian teknis sedang dilakukan untuk menentukan metode perbaikan permanen yang paling efektif, sehingga jalan ini tidak mudah rusak kembali di masa mendatang,” ujar Fahrudin.
Menyikapi curah hujan yang masih tinggi, PJN Wilayah 2 NTT melalui PPK 2.4 terus melakukan pemantauan ketat terhadap ruas jalan Saenam-Nunpo. “Kami menyiagakan sejumlah alat berat di lapangan untuk menghadapi kemungkinan kerusakan lebih lanjut,” tegas Fahrudin.
Ruas jalan Saenam-Nunpo merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan perbatasan Sabuk Merah sektor barat. Kondisi jalan yang aman dan fungsional sangat penting bagi aktivitas masyarakat, terutama untuk distribusi kebutuhan pokok. BPJN NTT berkomitmen menyelesaikan penanganan permanen secepat mungkin, meskipun proses tersebut membutuhkan waktu dan kajian mendalam.
Kunjungan para pejabat tinggi Kementerian PUPR ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran transportasi di wilayah TTU, khususnya di kawasan perbatasan. Penanganan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga infrastruktur jalan tetap berfungsi optimal untuk masyarakat. (Arnold).

Tinggalkan Balasan