Jakarta, – Dalam semangat membangun kebanggaan dan martabat masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS), Yusinta Ningsih Nenobahan, seorang wanita sukses berdarah asli TTS yang kini berdomisili di Jakarta, memberikan dukungan penuh kepada Paket BUMY. Dukungan ini bukan sekadar soal politik, tetapi sebuah pesan tajam bahwa TTS siap melangkah lebih jauh, menunjukkan kepada Indonesia bahwa putra-putri TTS mampu bersaing di panggung nasional.
“Di ibu kota, kita sering dikenal dengan stigma keterbelakangan. Tapi kali ini, Paket BUMY ( Buce Lioe dan Army Konay)hadir sebagai jawaban bahwa TTS mampu menepis semua keraguan itu. Mereka tidak hanya melangkah, tapi menuju istana dengan tekad dan visi yang akan mengubah pandangan banyak orang tentang TTS,” tegas Yusinta dalam pernyataannya.
Sebagai tokoh inspiratif yang telah menerima penghargaan internasional berkat kepemimpinannya, Yusinta menekankan bahwa dukungannya untuk Paket BUMY adalah wujud kecintaannya terhadap tanah kelahirannya. Ia mengajak seluruh masyarakat TTS untuk bersatu melupakan perselisihan yang sempat memanas saat pilkada.
“Mari lupakan prahara politik. Ini waktunya kita bersatu. Ansao meşe, nekaf meşe – satu hati, satu tujuan. Hanya dengan bersatu kita bisa membawa TTS menjadi daerah yang berdaya saing tinggi. Bersama Paket BUMY, TTS tidak lagi hanya bermimpi, tapi bergerak nyata menuju perubahan,” serunya.
Yusinta percaya, momentum ini adalah kesempatan emas bagi TTS untuk bangkit dari stigma dan menjadikan daerahnya sebagai simbol kebanggaan. Dukungan kepada Paket BUMY bukan hanya dukungan kepada kandidat, tetapi pada harapan besar untuk kemajuan TTS secara keseluruhan.
Pernyataan ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, terutama kalangan pemuda TTS yang merasa terinspirasi oleh visi besar ini. Kuan Amasat – mari satukan langkah dan jadikan TTS sebagai contoh kekuatan persatuan, semangat, dan keberanian untuk melangkah maju.( Arnold).

Tinggalkan Balasan