“Di Antara Luka dan Doa, Rumah Singgah Ini Menjadi Pelukan dan Pelita Harapan di Tengah Keterbatasan”!

Kupang, – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, ada satu sudut kecil di Kota Kupang yang menjadi sandaran bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit. Rumah Singgah Ruang Berbagi Kasih, yang dikelola oleh Yayasan Berbagi Kasih Mulia Kabupaten TTS, adalah lentera bagi pasien dari pelosok NTT yang datang untuk berobat. Namun kini, pintu rumah singgah itu sementara tertutup karena keterbatasan tempat.

“Kami ingin menerima semua yang butuh, tapi tempat tidur sudah penuh. Semoga dalam satu atau dua minggu ke depan ada pasien yang sembuh atau selesai operasi, sehingga bisa ada ruang bagi yang lain,” ungkap pengelola Rumah Singgah Ruang Berbagi Kasih dengan penuh harapan.

Bagi banyak orang, rumah singgah ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah tangan yang menampung air mata, bahu yang memikul beban, dan dinding yang merangkul harapan. Setiap sudutnya menyimpan cerita perjuangan, tentang mereka yang datang dengan langkah lemah namun pulang dengan senyum kemenangan.

Namun, di balik ketulusan itu, ada tantangan besar: keterbatasan ruang. Impian untuk memiliki rumah singgah yang lebih luas, yang bisa menampung lebih banyak pasien, masih terhalang dinding kenyataan. Tapi di setiap doa yang dipanjatkan, di setiap uluran tangan yang datang, ada keyakinan bahwa impian itu bukan sekadar angan-angan.

Bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian dari perjalanan kemanusiaan ini, bantuan dalam bentuk sembako sangat dibutuhkan. Donasi bisa disalurkan langsung ke Rumah Singgah Ruang Berbagi Kasih yang didirikan Erna Manafe di Jln. C Kota Dia no.09 RT/RW 01/01, Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang – NTT.

Karena di dunia yang sering terasa sempit oleh ego, memberi ruang bagi sesama adalah bentuk cinta yang paling luas.

Salam kemanusiaan, salam sehat untuk semua pejuang kehidupan!

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *