Akibat seringkali dianiaya sang suami seorang wanita asal maumere malah memilih bisnis haram yang sangat menggiurkan yakni bisnis lendir secara online.
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka, NTT dalam razianya berhasil mengamankan tiga wanita di Maumere pada Jumat 12 April 2024 malam di sebuah kamar hotel.
Dari hasil pemeriksaan Pol PP ketiganya
diketahui bahwa VOS (22) warga kecamatan Paga, AAN warga Alok Barat dan LTN (19) warga kecamatan Kangae.
Mirisnya adalah seorang remaja.wanita yang terjaring prostitusi online itu ternyata sudah bersuami.
Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan UU Daerah Satpol PP Sikka, Yosep Nong mengatakan bahwa alasan remaja bersuami itu terjun ke dunia esek esek berbayar ini lantaran selalu dianiaya.
“Satu sudah bersuami, tapi belum nikah agama. Dia mengaku sering dipukul suaminya, sehingga memilih ke dunia prostitusi,” ujar Yosep Nong
Menurut Yosep ketiga wanita itu diamankan saat hendak melayani tamu di kamar hotel yang sudah dipesan pria hidung belang.
“Kita lakukan razia dan dapatkan mereka di kamar hotel Nusra. Ketiganya pelaku prostitusi online,” jelas Yosep.
Ketiga remaja wanita itu menjajakan seks dengan harga yang berbeda beda.
VOS mematok harga Rp 500 ribu sekali pakai sedangkan kedua rekannya hanya mematok Rp 150 ribu.
Namun harga Rp.150 ribu itu di luar tanggungan biaya kamar hotel.
“Kamar hotel dibooking pria yang hendak pakai. Kami hanya servis (pelayanan),” ungkap VOS.
AAD dan LTN baru dua tahun membuka praktek lendir via aplikasi WhatsApp. Beda dengan VOS yang dianggap paling senior sebab sudah empat tahun main di prostitusi online.
“Kami tidak pakai aplikasi MiChat seperti kebanyakan, cuma via WhatsApp,” kata VOS.

Tinggalkan Balasan