Kupang,– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT) memastikan bahwa seluruh jalur nasional tetap aman dan fungsional bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Meski beberapa titik di Kabupaten Kupang mengalami longsor, BPJN NTT bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat agar arus lalu lintas tetap lancar.
Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kondisi jalan agar layak dan nyaman bagi para pemudik. Menurutnya, kendala seperti longsor di wilayah Takari telah ditangani dengan penimbunan sementara sehingga tidak menghambat perjalanan masyarakat.
“Kami memastikan bahwa jalan nasional dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan para pemudik. Soal longsor di Takari, sudah dilakukan penimbunan sementara agar tetap bisa dilalui,” ujar Junianto kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).
Di awal tahun 2025, BPJN NTT mengajukan pagu anggaran sebesar Rp782,3 miliar untuk mendukung pemeliharaan dan pembangunan jalan nasional. Namun, akibat kebijakan efisiensi, realisasi anggaran yang disetujui hanya mencapai Rp274,3 miliar.
Dari total anggaran tersebut, hanya Rp102 miliar yang dialokasikan untuk pekerjaan fisik, sementara sisanya digunakan untuk pengawasan, perencanaan, serta administrasi dan pemeliharaan umum.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi BPJN NTT dalam menjaga kualitas jalan nasional, terutama di daerah rawan bencana seperti NTT, yang kerap dilanda longsor dan cuaca ekstrem. Namun, Junianto menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi komitmen BPJN NTT dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami tetap bekerja maksimal, meskipun ada efisiensi anggaran. Pemeliharaan jalan nasional tetap menjadi prioritas agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Mudik Lancar, Keselamatan Tetap Prioritas
Dengan perbaikan dan pemeliharaan yang terus dilakukan, BPJN NTT optimistis jalur nasional di wilayahnya siap digunakan para pemudik tanpa kendala berarti. Namun, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintas di wilayah rawan bencana seperti Takari dan daerah perbukitan lainnya.
Junianto juga menegaskan bahwa BPJN NTT akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan respons cepat terhadap segala bentuk gangguan di jalan nasional selama arus mudik berlangsung.
Dengan kesiapan ini, BPJN NTT berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan berarti, sekaligus menjadi bukti bahwa infrastruktur nasional tetap menjadi prioritas meski di tengah keterbatasan anggaran.

Tinggalkan Balasan