Dorong Peningkatan IPM NTT, Komisi V DPRD NTT Studi Banding ke Jawa Timur

Kupang, – Dalam upaya mendorong percepatan peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Komisi V DPRD Provinsi NTT melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Jawa Timur awal pekan ini. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD NTT Kristien Samiyati Pati ini melibatkan 10 anggota Komisi V dan menyasar dua instansi kunci: Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Fokus kunjungan ini menyentuh dua aspek fundamental dalam pembangunan manusia—pendidikan dan kesehatan—sebagai pilar utama dalam mendorong kenaikan IPM. Jawa Timur dipilih sebagai destinasi studi banding karena dianggap sebagai provinsi yang paling siap dan progresif dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan pelayanan kesehatan kepulauan melalui rumah sakit terapung.

Pendidikan: Membangun Input Berkualitas Menuju Output Berdaya Saing

Di sektor pendidikan, rombongan Komisi V mendalami mekanisme PPDB yang transparan dan efisien, termasuk skema dukungan terhadap sekolah swasta yang menjadi kekuatan tersendiri di Jawa Timur. Provinsi ini dikenal memiliki jumlah SMA/SMK swasta tertinggi di Indonesia yang berhasil menarik minat siswa melalui program beasiswa dari APBD maupun swadaya sekolah.

“Pendidikan bermutu dibangun dari input, proses, hingga output yang solid,” tegas Kasimirus Kolo, anggota Komisi V DPRD NTT, dalam keterangannya melalui sambungan seluler, Selasa (27/5/2025). Ia menekankan pentingnya penerimaan siswa baru yang selektif, agar sekolah tidak hanya sekadar menerima murid, tapi menyiapkan sumber daya manusia unggul sejak awal.

Kasimirus juga menyoroti politik anggaran pendidikan sebagai determinan kualitas layanan pendidikan. “Jawa Timur sudah bisa mengalokasikan lebih dari 30 persen APBD-nya untuk pendidikan. Ini bukti keberpihakan nyata terhadap pembangunan manusia,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, ia mendorong pembentukan sekolah model unggulan tingkat SMA/SMK di tiga zona utama NTT: Timor, Flores, dan Sumba. Sekolah-sekolah ini diharapkan menjadi center of excellence dalam menyiapkan generasi emas NTT yang berdaya saing tinggi.

Kesehatan: Rumah Sakit Terapung, Solusi Inovatif untuk NTT

Dalam kunjungan ke Dinas Kesehatan Jawa Timur, perhatian tertuju pada rumah sakit terapung, sebuah inovasi layanan kesehatan yang mobile dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan. Rumah sakit terapung milik Pemprov Jatim ini merupakan hasil kolaborasi multipihak—Dinas Perhubungan, BMKG, dan pemerintah kabupaten/kota—yang sukses memberikan layanan medis di pulau-pulau terpencil.

Bagi NTT, yang memiliki lebih dari seribu pulau, model ini sangat relevan. “Konsep ini sebenarnya sudah pernah digagas oleh Gubernur Viktor Laiskodat, namun belum sempat terealisasi. Saatnya kita eksekusi ide tersebut demi keadilan layanan kesehatan,” tegas Kasimirus, yang juga menjabat Ketua Fraksi NasDem DPRD NTT.

IPM: Arah dan Ukuran Pembangunan Manusia

Tiga dimensi utama IPM—umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak—harus menjadi tolok ukur dalam setiap kebijakan pembangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IPM Provinsi NTT tahun 2024 mencapai 69,14, meningkat 0,74 poin (1,08%) dari tahun sebelumnya, meski masih berada di bawah rata-rata nasional 75,02 poin.

Meski demikian, peningkatan ini merupakan indikator positif dari komitmen daerah, meskipun tantangan struktural masih besar. UNDP mengklasifikasikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pembangunan manusia menengah, dan langkah-langkah inovatif seperti yang dilakukan oleh Jawa Timur harus direplikasi di provinsi lain termasuk NTT.( Arnold).

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *