Pemerintah Resmi Memulai Pekerjaan Long Segmen Ruas Jalan Yos Sudarso di Kupang

Kupang, -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai secara resmi pekerjaan konstruksi long segmen pada Ruas Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Pekerjaan strategis ini ditandai dengan prosesi ground breaking ceremony dan peletakan batu pertama di halaman Gereja Bukit Zaitun, Senin (11/8/2025) siang.

Acara peresmian dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ayodhia G. L. Kalake, Gubernur NTT Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang Christian Widodo. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT dan Kota Kupang, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benny Nahak, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Camat Alak, Ketua Majelis Jemaat Bukit Zaitun, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benny Nahak, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, terdapat empat ruas jalan di Kota Kupang yang ditangani menggunakan skema long segmen. Khusus untuk Ruas Jalan Yos Sudarso, penanganan dilakukan sepanjang 1,685 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,9 miliar.

“Kegiatan ini menandai dimulainya pekerjaan konstruksi secara resmi sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam meningkatkan infrastruktur jalan demi kemajuan NTT,” ujar Benny.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap proyek ini. Ia menegaskan bahwa Jalan Yos Sudarso merupakan jalur vital menuju Pelabuhan Tenau yang berperan penting dalam kelancaran arus logistik.

“Jalan yang baik akan memperlancar arus barang, meningkatkan keamanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Atas nama masyarakat Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Christian.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah bagian dari semangat #AyoBangunNTT yang ia dorong, terinspirasi dari semangat gotong royong yang diwariskan oleh Bung Karno.

“Kita berada di lokasi yang menjadi urat nadi perekonomian NTT. Walaupun dana terbatas, kita tidak boleh menyerah. Kalau kita membangun jalan, itu sudah pasti untuk masyarakat,” tegasnya.

Melki juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sesmenko Ayodhia yang dinilai membawa optimisme baru bagi percepatan pembangunan di NTT. “Kami berdoa, setelah Bapak Sesmenko kembali ke Jakarta, berkat akan segera turun dari pusat,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Sementara itu, Sesmenko Ayodhia G. L. Kalake menekankan pentingnya pengelolaan potensi daerah secara optimal, termasuk potensi pariwisata seperti Kabupaten Alor yang dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia. Ia juga memastikan bahwa pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di NTT.

“Kami berkomitmen memberikan perhatian pada sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Fokus kami antara lain mewujudkan kemandirian di sektor pangan, air, dan energi. Tim akan kami turunkan untuk memastikan bendungan dan irigasi yang ada di NTT dapat dioptimalkan,” jelas Ayodhia.

Acara ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama di bahu kiri Jalan Yos Sudarso oleh Sesmenko Ayodhia, didampingi Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wali Kota Kupang Christian Widodo, sebagai simbol dimulainya pekerjaan konstruksi yang diharapkan akan membawa dampak positif bagi mobilitas, keselamatan, dan perekonomian wilayah.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *