Kupang,– Baru sehari dilantik, Perhimpunan Perempuan Tionghoa Indonesia (PINTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung bergerak cepat dengan menggelar aksi sosial kemanusiaan. Sebanyak 1.000 di Kota Kupang anak dari berbagai latar belakang, termasuk 379 anak panti asuhan, anak keluarga kurang mampu, hingga anak dengan kondisi stunting, mendapat pelayanan kesehatan gratis, makanan bergizi, serta bingkisan penuh cinta.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Minggu (7/9/2025), sebagai bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional, HUT ke-80 RI, sekaligus momentum bersejarah lahirnya kepengurusan PINTI NTT.
Aksi Nyata untuk Anak Bangsa
Ketua PINTI NTT, Theressia Avilla, dalam sambutannya menegaskan bahwa aksi perdana ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak-hak anak, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
“Kami ingin kehadiran PINTI di NTT tidak sekadar seremonial. Hari ini kami hadir untuk anak-anak: memberi pengobatan gratis, makanan bergizi, dan perhatian yang mereka butuhkan. Terima kasih atas antusiasme luar biasa dari ibu-ibu dan anak-anak yang datang, melebihi dugaan kami,” ungkap Theresia penuh haru.
Sebanyak 48 tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat terjun langsung dalam pelayanan kesehatan gratis tersebut. Anak-anak juga menerima bingkisan berisi biskuit, roti, susu, dan telur, serta makan siang gratis yang dikemas penuh kehangatan.
Dukungan dari Pusat dan Pemerintah
Ketua Umum PINTI Pusat, dr. Meta Agustin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah PINTI NTT yang langsung memberi dampak positif sejak hari pertama dilantik.
“Hari ini kita menjadi saksi sejarah. Perempuan Tionghoa Indonesia hadir bukan hanya untuk berorganisasi, tetapi untuk bekerja, melindungi anak dan perempuan, serta membangun NTT yang lebih sejahtera. Ini adalah kebanggaan kita semua,” ucap Meta.
Turut hadir dalam acara ini Wali Kota Kupang yang di wakili Pj Sekda Ignasius Lega, Ketua INTI NTT Theo Widodo, serta jajaran pengurus INTI dan PINTI pusat. Kehadiran mereka mempertegas sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas Tionghoa dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Theresia Avilla menegaskan bahwa PINTI NTT akan menjadi wadah strategis bagi perempuan Tionghoa untuk berdiskusi, berkarya, dan berkontribusi di berbagai bidang: sosial, pendidikan, budaya, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Kami berjanji mengurus PINTI NTT dengan sebaik-baiknya. Mari kita satukan tekad, bekerja bersama, dan menjalankan seluruh program kerja demi NTT tercinta,” tegasnya.
Tak hanya itu, PINTI juga memperkenalkan program beasiswa ke Tiongkok bagi putra-putri terbaik NTT yang mencakup bebas biaya kuliah, akomodasi, dan uang saku.
Menjadi Rumah bagi Srikandi
Penasehat PINTI NTT Dorotia Nahak, Sekretaris Mariana Nenobais, serta seluruh jajaran pengurus menegaskan tekad mereka menjadikan organisasi ini sebagai “rumah bagi srikandi-srikandi NTT” yang siap berlabuh, berdaya, dan berkontribusi nyata untuk masyarakat.
Dengan langkah awal yang penuh kepedulian, PINTI NTT meneguhkan diri bukan hanya sebagai organisasi, melainkan gerakan sosial perempuan Tionghoa Indonesia yang siap membawa harapan baru bagi anak-anak dan masa depan NTT.

Tinggalkan Balasan