“Izin di Tengah Duka, Voli YNS Cup 1 Jadi Jembatan Solidaritas di GOR Nekmese”

Soe, – Ada pemandangan berbeda sehari sebelum pembukaan Turnamen Bola Voli YNS Cup 1 2025 di GOR Nekmese Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Founder Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS), Yusinta Ningsih Nenobahan, bersama suami dan jajaran pengurus, terlebih dahulu menyambangi para pengungsi korban longsor Kuatae yang hingga kini masih ditampung di lokasi tersebut, Senin (8/9/2025).

Dengan penuh kerendahan hati, Yusinta bersama suami meminta izin sekaligus dukungan doa dari para pengungsi sebelum turnamen resmi dimulai pada Selasa (9/9/2025).

> “Kami datang untuk meminta izin kepada bapak mama semua yang sementara berada di GOR ini. Kami mohon doa dan dukungan agar kegiatan ini berjalan lancar serta tetap menjadi berkat bagi kita semua,” tutur Yusinta, yang akrab disapa Uchi.

 

Turnamen bola voli yang digelar dalam rangka HUT ke-80 RI dan HUT ke-103 Kabupaten TTS ini akan berlangsung 9–22 September 2025. Sebanyak 56 klub putra-putri ambil bagian, baik dari kategori Lokal TTS maupun Open NTT.

Ketua Panitia Pelaksana, Andy Kalumbang, menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan turnamen.

> “Kami mengajak seluruh masyarakat TTS hadir, menyaksikan, dan memberi semangat kepada para atlet. Partisipasi masyarakat penting untuk memeriahkan turnamen ini sekaligus membangkitkan kembali semangat olahraga voli di daerah kita,” ujarnya.

 

Panitia menyiapkan sistem pertandingan pool setengah kompetisi hingga gugur, serta menerapkan aturan ketat, termasuk WO bagi tim yang terlambat dan mekanisme protes resmi. Total hadiah mencapai puluhan juta rupiah, dengan hadiah favorit berupa 1 unit sepeda motor yang akan dipilih melalui polling media sosial.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, YNS Cup 1 diharapkan menjadi wadah kebersamaan, hiburan rakyat, sekaligus pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tetap menjadi landasan setiap kegiatan.

Langkah Yusinta meminta izin kepada warga pengungsian sebelum perhelatan dimulai menegaskan bahwa olahraga tidak hanya soal kompetisi, melainkan juga ruang untuk berbagi, menghargai, dan menguatkan sesama.(Arnold).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *