Di Tengah Kesibukan APEKSI 2026, Wali Kota Kupang Christian Widodo Pilih ‘Bakatumu’ dengan Diaspora NTT di Medan

Medan,– Di tengah gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang padat agenda, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan sisi lain dari kepemimpinan modern. Alih-alih hanya berfokus pada forum formal, orang nomor satu di “Kota Kasih” tersebut meluangkan waktu secara spontan untuk melakukan tradisi “bakatumu” (bertemu) dengan para tokoh dan komunitas Nusa Tenggara Timur (NTT) di Medan, Rabu malam (1/7/2026).

Pertemuan hangat di salah satu restoran ikonik di Jalan Kapten Pattimura ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan pernyataan sikap bahwa ikatan emosional antara pemimpin daerah dan warganya—di mana pun mereka berada—adalah prioritas utama.

Dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan, Wali Kota Christian Widodo tidak hanya berbagi cerita, tetapi juga membuka ruang dialog dua arah yang jarang ditemukan dalam pertemuan pejabat tinggi negara. Ia memaparkan progres pembangunan Kota Kupang, termasuk kebijakan strategis pembatasan waktu hiburan demi ketertiban umum, serta menegaskan komitmennya terhadap transparansi.

“Kami Pemerintah Kota Kupang terus berbenah dan terbuka menerima masukan serta kritik yang membangun dari seluruh warga kota,” ujar Christian di hadapan puluhan tokoh diaspora. Pernyataan ini langsung disambut antusias, menandakan adanya kepercayaan tinggi dari masyarakat perantau terhadap integritas pemerintah daerah asal mereka.

“Saya sangat bahagia dan senang sekali pada kesempatan ini bisa bakatumu, bertemu dan bertatap muka langsung dengan bapak dan ibu tokoh-tokoh NTT yang berpengaruh di Kota Medan ini,” tambahnya.

Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda NTT, Brigjen TNI (Purn) Josafath MR Duka, menilai langkah Wali Kota Kupang ini sebagai strategi cerdas dalam memperkuat modal sosial. Menurutnya, diaspora NTT di Sumatera Utara merupakan aset berharga yang dapat menjadi jembatan investasi, pengetahuan, dan dukungan moral bagi kemajuan NTT.

“Kekompakan dan rasa persaudaraan warga NTT di perantauan harus terus dijaga. Pertemuan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir tidak hanya secara fisik, tapi juga secara hati,” ungkap Josafath.

Hadir dalam momen bersejarah tersebut sejumlah tokoh kunci seperti Sarmento, Felix Giwa Djaha, Yohanis Wulang, Bob Solokana, Adolfina Koamesakh, serta perwakilan pemuda dari Forum Pemuda NTT Wilayah Sumut, Devis Abuimau Karmoy dan Agustinus Lancang.

Turut mendampingi Wali Kota Kupang dalam agenda strategis ini adalah Sekretaris Daerah Jeffry Edward Pelt, Asisten I Setda Hengky G. Malelak, dan Plt Kepala Bappeda Wildrian Ronald Otta. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan bahwa perhatian terhadap diaspora adalah kebijakan institusional, bukan sekadar inisiatif pribadi.

Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan persaudaraan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *