Kupang, — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pembenahan kantor lurah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang. Menurutnya, kantor kelurahan merupakan wajah pemerintah yang paling dekat dan paling sering bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Christian saat menghadiri dan membuka Event Budaya Kelurahan Naioni di Kantor Lurah Naioni, Jumat (7/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Christian menekankan bahwa pemerintah tidak cukup hanya membangun program, tetapi juga harus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang layak, cepat, nyaman dan mudah diakses.
“Kantor lurah itu ujung tombak pelayanan masyarakat. Sarana prasarananya harus lengkap, gedungnya harus baik dan juga harus ramah disabilitas,” tegas Christian.
Kantor Lurah Jadi Titik Pertama Pelayanan Warga
Menurut Christian, posisi kantor lurah sangat strategis karena menjadi salah satu titik pertama masyarakat ketika berhadapan dengan pemerintah.
Berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan masyarakat bersentuhan langsung dengan pemerintahan kelurahan. Karena itu, kondisi kantor lurah harus mencerminkan kehadiran pemerintah yang memberikan pelayanan secara profesional.
Ia menilai kantor lurah tidak boleh sekadar dipandang sebagai gedung administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, kantor lurah harus menjadi ruang pelayanan publik yang representatif dan memberikan rasa nyaman kepada setiap warga.
Termasuk bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan akses khusus.
Karena itu, aspek ramah disabilitas menjadi perhatian dalam pembenahan sarana dan prasarana kantor kelurahan.
Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi
Christian juga memastikan pembangunan di Kota Kupang tetap dilakukan meski pemerintah daerah sedang menghadapi kondisi efisiensi anggaran.
Ia mengakui keterbatasan anggaran membuat seluruh kebutuhan pembangunan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Namun, menurutnya, kondisi tersebut bukan alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja.
Prinsipnya, pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.
“Memang tidak bisa dalam waktu sekejap 100 persen semua jalan gang di Kota Kupang bagus, tetapi kita bertahap. Di tengah efisiensi pun masih bisa kita kerjakan banyak hal,” ujarnya.
Sejumlah ruas jalan lingkungan, termasuk kawasan GOR dan Jalan Taebenu, telah mendapatkan penanganan.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, pembangunan infrastruktur dan pembenahan fasilitas pemerintahan harus berjalan beriringan. Jalan yang lebih baik harus diikuti dengan fasilitas pelayanan publik yang semakin layak.
Pemerintah Hadir Bukan Hanya di Pusat Kota
Pesan Christian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pemerataan kualitas pelayanan hingga tingkat kelurahan.
Pemerintah kota tidak hanya dituntut menghadirkan pembangunan di kawasan pusat kota, tetapi juga memastikan masyarakat di tingkat kelurahan merasakan langsung manfaat pembangunan.
Kantor lurah menjadi salah satu indikator nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Ketika gedung pelayanan layak, sarana lengkap, akses mudah dan ramah bagi semua kelompok masyarakat, maka kualitas pelayanan pemerintah pun diharapkan ikut meningkat.
Karena itu, pembenahan kantor lurah diarahkan bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi membangun standar pelayanan publik yang lebih manusiawi, inklusif dan dekat dengan warga.
Budaya Tetap Didorong, Tetapi Pelayanan Jadi Prioritas
Dalam kegiatan di Naioni tersebut, Christian juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk melestarikan budaya melalui festival di 51 kelurahan.
Namun, ia menegaskan pembangunan kota harus mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur hingga kehidupan sosial masyarakat.
Ia mengajak warga menjaga Kota Kupang secara bersama-sama karena kota tersebut bukan hanya warisan generasi terdahulu, tetapi juga akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.
“Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Mari kita jaga baik-baik, sehingga kita bisa menyerahkan kembali Kota Kupang kepada anak cucu kita,” pungkasnya.
Dengan arah kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Kupang ingin memastikan bahwa wajah pemerintah di tingkat kelurahan benar-benar hadir dalam bentuk pelayanan yang layak, fasilitas yang representatif dan pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.


Tinggalkan Balasan