Setelah sukses menggelar dua program selama GenBI UNDANA Summit 2023/2024 di Pulau Rote, GenBI NTT Komisariat Universitas Nusa Cendana melanjutkan rangkaian kegiatan dengan GenBI Outing. Acara ini menandai penutupan rangkaian kegiatan summit.
GenBI Outing berlangsung di Pusat Kerajinan Sasandu (Sasando) di Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut. Anggota GenBI UNDANA memperdalam pemahaman tentang kearifan lokal Rote, berkontribusi pada pelestarian budaya pulau ini, dan memperluas pengetahuan budaya mereka.
Bapak Herman Ledoh, seorang pengrajin Sasando berpengalaman dari Rote Ndao, memimpin acara ini.

Bapak Herman Ledoh memberikan wawasan langsung tentang Sasando, alat musik unik asli Rote. Menurut penjelasan Bapak Herman, beberapa elemen kunci dalam pembuatan Sasando antara lain adalah Tabung Bambu yang menjadi rangka pusat Sasando, serta potongan kayu yang mengelilingi tabung bambu dan berfungsi sebagai penyangga senar yang membentang dari atas ke bawah.
Sasando memiliki resonator berbentuk kipas yang terbuat dari daun lontar kering. Jenis-jenis Sasando meliputi Sasando engkel, Sasando dobel, Sasando gong, dan Sasando biola. Pemilihan jenis Sasando disesuaikan dengan keahlian pemain dan kebutuhan pertunjukan.
Bapak Herman juga menceritakan asal usul Sasando. Pada zaman dahulu, ada seorang anak laki-laki bernama Sangguana yang tinggal di Pulau Rote. Suatu hari, setelah lelah merawat padang rumput, Sangguana tertidur di bawah pohon lontar.
Dalam mimpinya, Sangguana memainkan musik memikat dengan alat musik unik. Ketika terbangun, dia ingat melodi yang menghantui itu. Untuk mempertahankan suara indah tersebut, Sangguana menciptakan kembali alat musik menggunakan daun lontar dan senar, berdasarkan mimpinya. Inilah awal mula Sasando.
Bapak Herman Ledoh juga berbagi kisah mengharukan di balik lagu “Ofa Langga.” Lagu ini mencerminkan kesedihan dan kegelisahan yang dialami oleh pemuda Rote selama pendudukan Jepang.

Diciptakan sekitar tahun 1943, lagu ini menggambarkan perjuangan pemuda Rote yang dipaksa oleh Jepang untuk bekerja di Kupang dan lokasi lain sebagai romusha. Saat mereka berlayar menuju Kupang, mereka menyanyikan “Ofa Langga” di atas kapal, meninggalkan keluarga, istri, dan anak-anak.
Melalui GenBI Outing, anggota GenBI UNDANA memperluas pengetahuan budaya mereka. Mereka tidak hanya mempelajari tentang Sasando, tetapi juga mendengarkan kisah di balik lagu “Ofa Langga.” Pengalaman ini memperkaya wawasan mereka tentang sejarah dan perjuangan pemuda Rote.
Pengetahuan ini akan membantu mereka menghargai dan melestarikan budaya pulau ini. GenBI Outing memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperkuat jiwa leadership dan mengasah kreativitas.
Dengan pengetahuan baru tentang Sasando dan kisah “Ofa Langga,” diharapkan anggota GenBI UNDANA dapat mengaplikasikan wawasan ini dalam mencapai prestasi lebih lanjut.
Harapannya, anggota GenBI UNDANA akan terus berkontribusi pada pelestarian budaya Rote dan membagikan pengetahuan mereka kepada orang lain. Sasando dan lagu “Ofa Langga” menjadi bagian penting dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Tentang GenBI NTT Komisariat Universitas Nusa Cendana: GenBI NTT Komisariat Universitas Nusa Cendana merupakan komunitas yang terdiri dari mahasiswa/i penerima beasiswa Bank Indonesia di Universitas Nusa Cendana.
GenBI bertujuan untuk menjadi role model dan agent of change bagi masyarakat, serta garda terdepan yang membantu menyampaikan informasi dari Bank Indonesia, serta mengambil bagian sebagai pemimpin Indonesia di masa mendatang.
GenBI juga bertujuan untuk meningkatkan kepekaan sosial serta menumbuhkan semangat dan jiwa pengabdian terhadap masyarakat. Melalui berbagai program dan inisiatif, GenBI NTT Komisariat Universitas Nusa Cendana bertujuan untuk memberdayakan anggotanya dan berkontribusi pada perkembangan wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan