Sapi Dibantai Brutal Sisa Kepala,Usus dan Tulang Rebis

KUPANG – Warga Kota Kupang digegerkan oleh aksi pencurian hewan ternak yang brutal di RT 20 RW 07, Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa. Pada Senin (30/12) dini hari, seekor sapi milik Yesaya Giri ditemukan dalam kondisi mengenaskan—dibantai di lokasi kejadian dengan hanya bagian kepala yang tersisa, sementara tubuhnya diduga dibawa kabur oleh pelaku.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 4 pagi. Pemilik sapi, Yesaya Giri, tidak dapat menyembunyikan kesedihannya saat menemukan hewan ternaknya telah menjadi korban pembantaian. “Sapi ini adalah bagian dari sumber penghidupan keluarga kami. Kejadiannya sangat cepat, dan kami tidak menyangka ada pelaku yang begitu tega,” ungkap Yesaya.

Aparat Polsek Maulafa yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kepala Polsek Maulafa AKP Nuryani Trisani Balu mengungkapkan bahwa pelaku diduga sudah merencanakan aksinya dengan matang. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Ini adalah aksi kriminal yang tidak hanya merugikan pemilik ternak tetapi juga mencederai rasa aman masyarakat,” tegasnya.

Kasus ini langsung memicu perhatian luas, baik di kalangan warga sekitar maupun di media sosial. Banyak yang mengecam tindakan tersebut sebagai kejahatan yang tidak berperikemanusiaan. “Kami khawatir kasus seperti ini akan terus terjadi jika pelaku tidak segera ditangkap,” ujar seorang warga.

Berita tentang pembantaian sadis ini menjadi viral, dengan netizen mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat dan menangkap pelaku. Sebagian besar komentar di media sosial menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di wilayah-wilayah rawan pencurian ternak.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya peternak, untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan ternak mereka dan melaporkan segera jika melihat aktivitas mencurigakan. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan intensif masih berlangsung. Kejadian ini menjadi alarm keras tentang meningkatnya kejahatan terhadap peternakan di wilayah NTT.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *