TTS,– Ribuan perangkat desa, kader posyandu, dan tenaga kesehatan desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menghadapi situasi kritis. Hingga kini, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari PKAD belum diterbitkan, mengancam kesejahteraan mereka. Kondisi ini memicu kemarahan publik, terutama karena hak-hak mereka yang sangat vital untuk mendukung pelayanan di desa terancam tak terpenuhi.
Yerim Yos Fallo, Anggota DPRD TTS dari Komisi 1, dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah harus segera bertindak. “Jangan tahan hak-hak perangkat desa, kader posyandu, dan nakes desa. Pemerintah harus menjamin bahwa hak mereka dicairkan hari ini juga. Bank NTT dan Bank BNI sebagai tempat rekening desa-desa harus melayani hingga semuanya cair,” tegas Yerim dalam pernyataannya yang penuh semangat.
Masalah Berlarut-larut
Menurut informasi yang diterima, keterlambatan ini telah berlangsung cukup lama, memengaruhi ribuan orang yang menggantungkan hidup mereka dari pencairan dana tersebut. Para perangkat desa mulai kehilangan kesabaran karena situasi ini berdampak langsung pada kebutuhan hidup mereka.
Seruan untuk Bertindak Cepat
Yerim menuntut pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini. “Kami tidak bisa membiarkan mereka menderita karena kelalaian administrasi. Hak mereka adalah prioritas. Pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan masalah ini,” lanjutnya.
Publik pun mulai bersuara melalui media sosial, menyerukan keadilan untuk para perangkat desa. Tagar seperti #CairkanHakKami dan #KeadilanUntukDesa mulai ramai digunakan, menekan pemerintah untuk bertindak cepat.
Langkah Selanjutnya
DPRD TTS berencana memanggil PKAD untuk memberikan penjelasan terkait keterlambatan ini. Sementara itu, Bank NTT dan Bank BNI juga diminta untuk memberikan layanan ekstra demi mempercepat proses pencairan dana.
Kasus ini menjadi sorotan utama di TTS dan berpotensi memicu perhatian nasional jika tidak segera ditangani. Semua pihak kini menanti langkah nyata pemerintah untuk memastikan hak-hak mereka yang bekerja keras di desa tidak lagi diabaikan.
Ikuti terus perkembangan berita ini di media sosial dan portal berita terpercaya.

Tinggalkan Balasan