Jalur Vital NTT Runtuh Perlahan: Abrasi Sungai Lili Jadi Alarm Bahaya.

Kupang – Jalan Timor Raya Km. 41 di Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, nyaris lumpuh total setelah sisi jalan terkikis parah akibat abrasi Sungai Lili, Senin (6/1) sore. Fenomena ini menjadi peringatan serius tentang rapuhnya infrastruktur di kawasan rawan bencana.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Fatuleu sejak siang memicu abrasi hebat di sepanjang sungai, menggerus pondasi jalan dan menjadikannya tak lagi aman dilintasi. Akibatnya, arus lalu lintas terpaksa diatur dengan sistem buka tutup oleh personel Polres Kupang demi keselamatan pengguna jalan.

“Kami bergerak cepat untuk mencegah kecelakaan. Personel telah kami tempatkan di lokasi untuk memastikan lalu lintas tetap terkendali. Kami mengimbau masyarakat agar ekstra hati-hati dan mematuhi petunjuk petugas,” tegas Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H.

Namun, ancaman tidak berhenti di situ. Beban kendaraan berat yang melintas berpotensi memperparah kerusakan. Untuk itu, Polres Kupang berkoordinasi dengan Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BPJN) guna membuka jalur alternatif.

“Kondisi jalan utama tidak stabil dan berbahaya bagi kendaraan berat. Jalur alternatif menjadi solusi sementara hingga perbaikan permanen dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, keresahan menyelimuti warga setempat. “Kami takut jalan ini benar-benar putus. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum kondisi makin parah,” ujar salah satu warga dengan nada cemas.

Kejadian ini kembali membuka mata soal rentannya infrastruktur di tengah musim hujan. Abrasi, longsor, dan bencana lainnya adalah ancaman nyata yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan cepat. Jangan sampai dibiarkan hingga jatuh korban atau melumpuhkan akses vital di NTT.

Jalan Timor Raya adalah nadi transportasi utama. Saatnya pemerintah bertindak!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *