“Jeritan Tanpa Suara: Cucu Tuna Wicara Hamil, Kakek Jadi Tersangka Utama!”

Boking, – Nasib tragis menimpa AM (17), seorang gadis tuna wicara di Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). AM diduga menjadi korban pemerkosaan oleh EB, kakeknya sendiri, yang kini berujung pada kehamilan lima bulan. Kasus ini mencuat setelah ayah korban, YM, melaporkan dugaan kekerasan seksual tersebut ke Polsek Boking. Namun hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan tanggapan memadai.

Menurut YM, ia awalnya mengira anaknya sakit kuning karena tampak lemas dan pucat. Namun, saat memeriksakan AM ke Puskesmas Boking, hasil USG mengejutkan: AM bukan mengidap penyakit kuning, melainkan sedang hamil. “Saya syok. Apalagi AM hanya bisa menjelaskan dengan bahasa isyarat, menunjuk bahwa EB, kakeknya sendiri, yang melakukan perbuatan itu,” ungkap YM Kamis (16/1).

YM menambahkan, ia tak pernah curiga pada EB, yang adalah mertuanya. “Kebunnya ada di depan rumah kami. Dia sering makan siang bersama keluarga saat berada di kebun. Saya tak pernah berpikir ini bisa terjadi,” katanya dengan nada pilu.

Kasus ini kini menjadi perhatian setelah dilaporkan ke Polsek Boking. Namun, lambannya penanganan dari pihak kepolisian membuat YM mendatangi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS untuk meminta dukungan. “Kami sudah lapor, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya,” tegasnya.

Kasus ini menggambarkan betapa rentannya kaum disabilitas terhadap kekerasan seksual, terlebih jika pelakunya adalah keluarga terdekat. Aktivis perlindungan anak mendesak aparat penegak hukum segera bertindak. “Lambannya penanganan kasus seperti ini akan membuat trauma korban semakin mendalam dan memberikan sinyal impunitas bagi pelaku,” ujar seorang pegiat perlindungan anak yang enggan disebutkan namanya.

Polsek Boking diharapkan segera memproses laporan ini secara profesional dan transparan, guna memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Pemerintah daerah juga didorong memberikan pendampingan khusus kepada AM dan keluarganya agar trauma korban dapat di atasi.

Kasus ini bukan hanya tentang keadilan bagi AM,tetapi betapa penting keberpihakan ke kelompok rentan.dalam.menghadapi ancaman kekerasan seksual,

Comments

One response to ““Jeritan Tanpa Suara: Cucu Tuna Wicara Hamil, Kakek Jadi Tersangka Utama!””

  1. Avatar John P

    Kakek tak Bermoral. Binasakan saja Kakek macam bgutu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *