“Tangisan Harapan di Pelosok NTT: Gereja Lapuk Santo Antonius Tubleu Butuh Uluran Tangan”!

TTS, NTT – Di sudut kecil Desa Fatukopa, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS, NTT, berdiri Gereja Katolik Kapela Santo Antonius Tubleu. Bangunan sederhana ini adalah saksi keimanan 42 kepala keluarga atau sekitar 168 umat yang tetap teguh beribadah meski berada di tengah keterbatasan. Berdiri sejak 1 Januari 1982, gereja ini kini berada di ujung usianya, menyimpan cerita perjuangan dan doa yang menggugah hati.

Berbahan kayu bebak dengan atap seng berkarat yang sebagian besar berlubang, gereja ini nyaris roboh. Saat hujan turun, air merembes dari atap bocor, membasahi lantai tanah yang menjadi pijakan umat. Tiupan angin kencang sering kali membuat mereka was-was, terutama anak-anak dan lansia yang mendominasi jumlah jemaat.

“Setiap kali kami berdoa, kami hanya memohon satu hal kepada Tuhan: kiranya suatu hari kami memiliki gereja yang kokoh dan layak untuk beribadah,” ungkap umat dengan penuh harap.

Harapan dalam Kesederhanaan
Meskipun kondisi gereja sangat memprihatinkan, umat tetap setia datang beribadah. Mereka yakin, doa mereka suatu saat akan dijawab. Namun, keterbatasan ekonomi menjadi dinding penghalang yang sulit diterobos. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani dengan penghasilan pas-pasan, yang sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami sudah berusaha, tetapi membangun gereja dengan kondisi kami saat ini sungguh mustahil. Kami hanya bisa terus berdoa,” ujar Menci Tabun, Guru Agama di Kapela Santo Antonius.

Bagi mereka, gereja bukan sekadar bangunan. Gereja adalah simbol keimanan, tempat mereka menemukan pengharapan di tengah segala kesulitan hidup.

Kondisi yang Menggugah Hati
Kayu-kayu penyangga gereja telah lapuk, tiang-tiang utama miring, dan atap seng yang bocor memperlihatkan betapa mendesaknya perbaikan. Anak-anak dan lansia yang hadir setiap Minggu beribadah harus duduk dengan hati-hati, karena takut bangunan akan roboh sewaktu-waktu.

“Rasanya sedih, tetapi kami tidak bisa menyerah. Kami yakin ada yang akan tersentuh dan membantu kami membangun gereja yang lebih layak,” kata seorang umat penuh keyakinan.

Gerakan Kebaikan untuk Wujudkan Mimpi
Menyadari situasi ini, Yayasan Mercy Indonesia bergerak untuk menjadi jawaban atas doa-doa mereka. Melalui kampanye penggalangan dana, yayasan ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam membangun kembali Kapela Santo Antonius Tubleu.

“Bantu mereka mewujudkan mimpi sederhana, yaitu memiliki tempat ibadah yang aman dan layak. Sekecil apa pun donasi Anda, itu adalah harapan besar bagi mereka,” seru perwakilan Yayasan Mercy Indonesia.

Salurkan Bantuan Anda
Bagi Anda yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui platform penggalangan dana terpercaya seperti Kitabisa.com. Inilah kesempatan kita untuk menjadi bagian dari perjalanan iman dan perjuangan umat di pelosok NTT.

Dari Kita untuk Mereka
Mari kita bergandeng tangan, menghapus air mata harapan menjadi senyuman penuh syukur. Setiap rupiah yang Anda sumbangkan adalah investasi bagi masa depan umat yang selama ini tetap teguh di tengah badai kehidupan. Jangan biarkan Kapela Santo Antonius Tubleu menjadi sekadar cerita. Jadikan ia simbol nyata dari kekuatan cinta dan solidaritas kita bersama.

#BangunGerejaTubleu #HarapanUntukNTT #BersamaKitaBisa

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *