“Bencana di Trans Timor! Longsor Menutup Akses, BPJN NTT Berjuang Buka Jalan”

TTS,– Setelah sempat lumpuh total akibat longsor di KM 78+800, jalur utama Trans Timor akhirnya kembali normal. Tim gabungan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, masyarakat setempat, dan aparat kepolisian berjibaku menyingkirkan material longsor yang menutup akses penghubung Kota Kupang dengan Timor Leste serta sejumlah kabupaten di Pulau Timor.

Penanganan darurat dilakukan dalam waktu singkat dengan mengerahkan alat berat, termasuk backhoe loader dan excavator, yang disediakan oleh kontraktor PT. Hutama Mitra Nusantara. Kepala BPJN NTT melalui PPK Batas Kota Kupang-Kota Soe, Paul Zacarias, menegaskan bahwa upaya ini dilakukan agar roda ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terhambat.

“Awalnya hanya kendaraan kecil yang bisa lewat. Tapi sekarang jalur sudah kembali normal dan bisa dilalui semua kendaraan, termasuk truk besar,” ujar Paul pada Kamis, 29 Januari 2025.

Ia mengungkapkan, longsor yang terjadi disebabkan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah itu selama sepekan. Akibatnya, pasangan batu penahan tanah runtuh, dan material longsor berupa tanah serta bebatuan besar menutup badan jalan.

BPJN NTT bergerak cepat, memastikan jalur ini kembali aman dalam hitungan jam. Tepat pukul 23.00 WITA, akses jalan akhirnya dibuka sepenuhnya.

Namun, Paul mengingatkan pengguna jalan agar tetap waspada karena ancaman longsor susulan masih ada.

“Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas, terutama di daerah rawan longsor. Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, potensi pergerakan tanah tetap ada,” katanya.

Insiden longsor ini sempat membuat ribuan pengguna jalan terjebak di lokasi, termasuk kendaraan logistik dan transportasi umum. Kini, dengan jalur yang telah kembali normal, aktivitas masyarakat bisa berjalan lancar.

Langkah tanggap darurat BPJN NTT dalam menangani longsor ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap pemerintah terus memperkuat infrastruktur jalan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *