“Akses Jalan Tunggal Putus, Nuapin Jadi Korban Kebijakan Setengah Hati”

Soe,-Desa Nuapin dan beberapa desa Kabupaten Timor Tengah Selatan, kini terisolasi akibat akses jalan utama yang lumpuh total. Hujan deras dan banjir telah menghancurkan satu-satunya jalur penghubung antara desa dan kota, yang merupakan ruas jalan provinsi di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi NTT. Kerusakan ini membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas, menghalangi distribusi sembako ke desa dan pemasaran hasil bumi masyarakat ke kota.

Peter Tahaob, S.T., seorang pemuda asal Desa Nuapin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah. Ia menegaskan bahwa jalan ini adalah urat nadi kehidupan warga desa.

“Kami mendesak Pemprov NTT segera mengambil tindakan cepat. Ini adalah satu-satunya akses yang kami miliki. Tidak ada jalan alternatif lain untuk membawa hasil bumi ke kota atau mendapatkan kebutuhan pokok dari luar. Kalau dibiarkan, ekonomi desa kami lumpuh total,” tegas Peter.

Peter juga menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur vital di daerah terpencil seperti Nuapin dan beberapa desa lainnya. “Banjir dan kerusakan ini sudah sering terjadi, tapi penanganannya selalu lamban. Kami butuh aksi nyata dari pemerintah, seperti pengerahan alat berat atau perbaikan darurat. Jangan hanya menunggu situasi semakin buruk,” tambahnya dengan nada kecewa.

Lumpuhnya akses ini bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menghambat kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Warga kini berharap penuh pada langkah cepat Pemprov NTT, khususnya Dinas PUPR, untuk melakukan perbaikan segera agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Kondisi ini menjadi cerminan serius atas lemahnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan di daerah pedalaman. Warga Desa Nuapin menuntut keadilan dan kepedulian yang nyata, bukan sekadar janji tanpa tindakan. Pemprov NTT kini diharapkan bergerak cepat sebelum dampaknya semakin meluas.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *