Batam, – Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Batam) resmi mengangkat tujuh deputi baru untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Salah satu nama yang mendapat kepercayaan adalah Fary Djemy Francis, politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Gerindra. Fary kini menjabat sebagai Deputi IV Bidang Investasi dan Pengusahaan.
Pengangkatan ini menjadi bagian dari upaya BP Batam dalam memperkuat tata kelola kawasan strategis tersebut. Sebelumnya, BP Batam hanya memiliki lima deputi, namun kini diperluas menjadi tujuh untuk mengakomodasi berbagai tantangan dan peluang di sektor investasi, infrastruktur, serta pengelolaan kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas.
Tujuh Deputi Baru BP Batam
Bersama Fary Djemy Francis, enam deputi lainnya yang dilantik adalah:
1. Alexander Zulkarnain – Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan
2. Sudirman Saad – Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan
3. Syarlin Joyo – Deputi Bidang Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi
4. Ruslan Aspan – Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang
5. Ariastuty Sirait – Deputi Bidang Pelayanan Umum
6. Mouris Limanto – Deputi Bidang Infrastruktur
Dengan formasi baru ini, BP Batam menargetkan peningkatan daya saing kawasan, mempercepat arus investasi, serta mengoptimalkan pengelolaan aset dan perizinan.
Fary Djemy Francis: Dari DPR RI ke BP Batam
Fary Djemy Francis bukan sosok baru dalam dunia pemerintahan dan investasi. Ia lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 7 Februari 1968. Menghabiskan masa remajanya di Dili, ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri Dili sebelum melanjutkan ke Universitas Timor Timur, jurusan Sosial Ekonomi. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut di Institut Pertanian Bogor (IPB), di mana ia meraih gelar di bidang Agro Bisnis pada tahun 1998.
Di dunia politik, Fary mencatat sejarah sebagai anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut, yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Ia mewakili Daerah Pemilihan NTT II dan dipercaya menjadi Ketua Komisi V DPR RI, yang membawahi sektor transportasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, desa, serta pembangunan kawasan tertinggal. Dalam kapasitasnya itu, Fary terlibat dalam berbagai kebijakan strategis nasional, termasuk pengembangan infrastruktur dan konektivitas di wilayah-wilayah terpencil.
Selain kiprahnya di DPR, Fary juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT ASABRI, perusahaan yang mengelola investasi dan asuransi bagi anggota TNI, Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengalaman ini semakin mengasah kemampuannya dalam mengelola investasi dan pengusahaan aset negara.
Tak hanya aktif di politik dan bisnis, Fary Djemy Francis juga memiliki rekam jejak panjang dalam dunia sosial dan pembangunan. Ia pernah menjadi tenaga ahli dalam kerja sama dengan berbagai badan internasional, seperti UNICEF, UNHCR, AUSAID, GTZ, JICA, dan OXFAM. Fokusnya mencakup pembangunan sosial, kebijakan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal.
Pengalaman ini menjadikan Fary sebagai figur yang memahami dinamika global dalam investasi dan pengembangan kawasan. Keahliannya dalam menjembatani kepentingan nasional dan internasional diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi BP Batam dalam menarik lebih banyak investor asing dan domestik.
Sebagai Deputi IV Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary akan bertanggung jawab dalam mengawal kebijakan investasi dan pengelolaan aset strategis BP Batam. Kawasan Batam yang memiliki status perdagangan bebas memerlukan strategi inovatif untuk meningkatkan daya tarik bagi investor global, terutama dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Fary menegaskan komitmennya untuk membawa investasi yang lebih berkualitas ke Batam. “Kami akan bekerja keras untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, memastikan pengelolaan kawasan ini semakin profesional, transparan, dan kompetitif,” ujarnya.
BP Batam kini berada di persimpangan penting dalam pengembangannya sebagai pusat ekonomi strategis di Indonesia. Dengan kehadiran deputi baru, termasuk Fary Djemy Francis, harapan besar terletak pada peningkatan efisiensi, percepatan investasi, dan penguatan infrastruktur guna menjadikan Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan terdepan di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan