Kupang, – Pengamat ekonomi dan politik nasional, Ferdy Hasiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang. Dalam wawancara khusus, Ferdy menyebut kepemimpinan saat ini menciptakan lompatan besar dalam sejumlah sektor krusial, terutama dalam penanganan sampah dan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Menurut saya, kinerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang jauh lebih progresif dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Ferdy, Sabtu (31/5). “Isu klasik seperti sampah yang selama ini menjadi persoalan keseharian warga, kini mulai tertangani dengan baik. Memang belum sempurna, tapi arah kebijakan dan niat baiknya sudah sangat jelas terlihat.”
Ferdy secara khusus memuji langkah cepat Wali Kota dalam mengangkat 1.747 tenaga P3K, menjadikan Kupang sebagai daerah pertama di Indonesia yang menuntaskan proses tersebut, bahkan sebelum jadwal nasional.
“Ini adalah sebuah terobosan berani. Di saat banyak daerah masih menunggu regulasi pusat, Kota Kupang justru tampil terdepan. Ini mencerminkan kepemimpinan yang visioner dan berani mengambil risiko demi kepentingan publik,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menunjukkan keberanian administratif, tapi juga kemampuan negosiasi politik dan birokrasi yang patut dicontoh oleh daerah lain.
Humanisme dan Profesionalisme dalam Tata Kelola Pemerintahan
Lebih jauh, Ferdy menilai gaya kepemimpinan Wali Kota Kupang menonjol dalam pendekatan humanis, terbuka, dan merakyat. Ia menggarisbawahi keberhasilan kepala daerah dalam menempatkan pejabat publik berdasarkan kompetensi dan integritas, bukan kepentingan politik.
“Penempatan kepala dinas yang profesional, berdasarkan kapabilitas, menunjukkan bahwa Wali Kota memprioritaskan pelayanan publik yang efektif dan bersih dari intervensi politik,” ujarnya.
Ferdy juga memuji semangat pelayanan yang dibangun melalui kedekatan langsung Wali Kota dengan masyarakat. Baginya, pemimpin yang hadir dan aktif di lapangan merupakan indikator penting dari pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.
Stabilitas Politik dan Sinergi Lintas Lembaga
Aspek lain yang turut diapresiasi adalah harmonisasi hubungan antara Wali Kota dengan Gubernur NTT dan DPRD Kota Kupang. Koordinasi lintas lembaga ini, menurut Ferdy, menciptakan iklim stabil dan mempercepat implementasi program-program pembangunan.
“Relasi politik yang sehat itu penting. Dan saya lihat tidak ada friksi yang berarti karena komunikasi antara eksekutif dan legislatif berjalan baik. Inilah fondasi kuat untuk menciptakan pemerintahan yang efektif dan akuntabel,” ungkapnya.
Harapan untuk Keberlanjutan dan Partisipasi Publik
Ferdy Hasiman berharap capaian ini bukan sekadar pencitraan awal, tetapi menjadi fondasi jangka panjang dalam lima tahun masa kepemimpinan. Ia juga mengapresiasi penghargaan yang diberikan Wali Kota kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai penggerak utama birokrasi.
“Pak Wali punya hati dan pikiran untuk membangun Kota Kupang. Kebijakan yang terukur, evaluasi yang rutin, dan semangat kolektif untuk melayani—semua itu menjadi harapan baru bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Ferdy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam menjaga kebersihan dan mendukung program pemerintah, terutama dalam pengelolaan sampah yang menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Pemerintah sudah membangun sistem. Sekarang waktunya masyarakat menunjukkan kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial untuk menjaga kota ini tetap bersih dan layak huni,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan