Kupang,– Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BPD Jatim) resmi ditetapkan sebagai salah satu pemegang saham Bank NTT setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/9).
Penetapan tersebut dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penyertaan modal senilai Rp3 triliun, menjadikan BPD Jatim bagian dari struktur kepemilikan Bank NTT.
“Mereka menjadi bagian dari Bank NTT,” tegas Gubernur NTT Melki Laka Lena kepada wartawan usai memimpin RUPS di lantai II Kantor Gubernur.
Dengan masuknya BPD Jatim, komposisi kepemilikan Bank NTT kini menempatkan Pemerintah Provinsi NTT dan BPD Jatim sebagai pengendali utama. “Kita sebut pengendali kedua, karena kini ada kekuatan bersama antara Pemda NTT dan Jatim melalui SPI,” ujar Melki.
Langkah strategis ini dinilai sebagai penguatan permodalan dan tata kelola Bank NTT agar lebih kompetitif menghadapi tantangan industri perbankan nasional.
Selain menetapkan BPD Jatim sebagai pemegang saham, RUPS juga menyepakati perpanjangan masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Direksi, dan Komisaris hingga Februari 2025.
“Semua pengurus lama diperpanjang sambil menunggu keputusan final dari OJK. Termasuk jajaran komisaris akan tetap menjabat sampai evaluasi berikutnya,” jelas Melki.
Ia menekankan, evaluasi akan dilakukan untuk memastikan apakah tambahan modal dan komposisi baru benar-benar memperkuat sistem sesuai aturan OJK. “Keputusan final akan diambil pada RUPS mendatang. Kami harapkan OJK segera menuntaskan proses ini, karena sampai sekarang belum menjawab sepenuhnya permintaan kami. Targetnya bulan ini bisa beres sehingga bisa langsung disahkan di RUPS berikut,” tambahnya.
Dorongan pada Arah Bisnis Bank NTT
Gubernur NTT juga menegaskan pentingnya transparansi dan perencanaan strategis dari manajemen Bank NTT. “Para pengurus harus menyampaikan program bisnis dengan jelas, ke mana arah Bank NTT akan bergerak. Itu harus sejalan dengan program pembangunan daerah maupun provinsi,” kata Melki.
RUPS Luar Biasa ini turut dihadiri para bupati se-Daratan Timor serta Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai bentuk dukungan kolektif pemerintah daerah terhadap transformasi Bank NTT.
Momentum Kolaborasi Antar-Daerah
Masuknya BPD Jatim sebagai pemegang saham strategis dipandang sebagai momentum bersejarah bagi Bank NTT. Kolaborasi antar-daerah ini tidak hanya memperkuat struktur permodalan, tetapi juga membuka peluang sinergi program ekonomi daerah, terutama dalam mendukung UMKM, investasi infrastruktur, dan pengembangan layanan keuangan berbasis digital.
“Ini bukan hanya soal modal, tetapi tentang membangun ekosistem keuangan daerah yang lebih kuat, modern, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bank NTT harus menjadi bank pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat NTT,” tutup Melki.

Tinggalkan Balasan