Poltekkes Gelar Wisuda 1.424 Lulusan, Gunakan Auditorium Baru untuk Pertama Kalinya

Kupang, — Sebanyak 1.424 wisudawan dari 12 program studi di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) mengikuti prosesi wisuda yang digelar dalam tiga sesi di auditorium baru kampus tersebut. Pelaksanaan kali ini menjadi wisuda perdana yang menggunakan gedung auditorium berkapasitas penuh.

Direktur Poltekkes, Irfan, S.KM, mengatakan bahwa penggunaan auditorium baru ini sekaligus menjadi uji coba dan bahan evaluasi untuk memastikan kenyamanan para tamu dan orang tua wisudawan.

“Kami berupaya agar seluruh tamu, terutama orang tua, merasa nyaman selama berada di dalam gedung. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ujar Irfan usai pelaksanaan wisuda gelombang pertama, Selasa (15/10).

Menurutnya, pelaksanaan wisuda tahun ini bukan hanya momentum seremoni, tetapi juga wujud harapan agar para lulusan dapat menjadi tenaga kesehatan profesional yang mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan.

“Harapan kami, apa yang dipelajari di bangku kuliah bisa diterapkan dengan baik di lapangan. Saya yakin lulusan Poltekkes selalu menjadi tenaga kesehatan terbaik,” tambah Irfan.

Setiap program studi mengirimkan 3 lulusan terbaik, perwakilan wisudawan yang tampil dalam sesi-sesi berbeda.

Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa auditorium Poltekkes tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan internal, tetapi juga akan dibuka untuk umum guna mendukung berbagai aktivitas akademik dan sosial di wilayah tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda, Mariana Nunjuwawang, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini juga menjadi momentum pembelajaran untuk penyelenggaraan berikutnya.

“Tahun depan kami berencana melengkapi auditorium dengan pendingin udara (AC) sesuai kapasitas ruangan agar seluruh kegiatan di dalam berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Wisuda Poltekkes kali ini menjadi simbol komitmen lembaga dalam mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan yang unggul dan siap bersaing, sekaligus menandai era baru fasilitas kampus yang lebih representatif dan inklusif

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *