Kupang — Situasi darurat BBM melanda Pulau Timor. Pertalite dan Solar subsidi kompak langka di hampir seluruh SPBU di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, dan Malaka. Antrean kendaraan memanjang sejak Jumat (14/11/2025) siang.
Keterlambatan kapal pengangkut BBM menuju Depo Pertamina Tenau yang diperkirakan baru tiba Selasa depan membuat pasokan di SPBU anjlok drastis. Banyak SPBU kini melaporkan stok dua-duanya habis.
Pertamina menyebut kekosongan terjadi akibat penyesuaian kuota, namun DPRD NTT menilai kelangkaan Solar adalah ancaman serius karena berdampak langsung pada transportasi barang, angkutan umum, dan sektor ekonomi rakyat.
Komisi IV DPRD NTT segera memanggil Pertamina untuk meminta klarifikasi atas dugaan pengurangan kuota BBM bersubsidi pada semester IV 2025.
Pemantauan hingga pukul 15.00 WITA menunjukkan sebagian besar SPBU di Kupang berstatus HABIS, termasuk Frans Lebu Raya, Timor Raya, Pasir Panjang, Fatubesi, Mesakh Amalo, Piet Tallo, dan Oesapa. Hanya beberapa titik seperti Soeharto dan Tanah Merah yang masih memiliki stok, itu pun menipis tajam.
Krisis pasokan diperkirakan berlangsung hingga kapal BBM tiba. Masyarakat diminta waspada dan mengantisipasi kebutuhan bahan bakar dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan