Kupang,– Suasana khidmat menyelimuti Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY),Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui saat lonceng Gereja berdentang, menandai dimulainya Perayaan Ekaristi Kamis Putih. Ribuan umat hadir dengan hati yang rindu serta membawa doa-doa mereka ke kaki altar dalam peringatan perjamuan terakhir Tuhan.
Kemeriahan liturgi di iringi Koor Wilayah VIII. Sebagai koor sponsor, dengan harmoni suara yang tertata apik, mengiringi setiap ritus dengan keanggunan yang menyentuh jiwa.
Misa pertama dipimpin oleh Pater Sabu, OCD, misionaris asal India yang membawakan homili dengan pesan yang sangat personal bagi umat. Di tengah hiruk-pikuk dunia, Pater Sabu mengingatkan bahwa anugerah Tuhan seringkali hadir dalam hal yang paling sederhana.
”Napas kita adalah hadiah terindah dan mukjizat besar dalam hidup,” ungkap Pater Sabu.
Ia menekankan betapa luar biasanya cinta Yesus yang melampaui logika manusia. Allah tidak hanya mencintai kita dari kejauhan, tetapi hadir melalui Yesus yang menyediakan “hidangan” terbaik bagi jiwa: Tubuh dan Darah-Nya sendiri. Penyerahan diri Yesus secara utuh adalah bukti ketaatan total pada rencana Allah Bapa demi menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.
Salah satu momen paling mengharukan dalam khotbahnya adalah ketika Pater Sabu mengulas makna pembasuhan kaki. Ia menggambarkan betapa sulitnya bagi seorang “Guru” untuk merendahkan diri di hadapan murid-muridnya.
”Ia meninggalkan jubah-Nya—segala atribut kekuatan-Nya sebagai Allah—lalu mengikat pinggang dengan kain putih. Ini adalah tanda nyata bahwa Dia siap melayani,” tuturnya. Teladan inilah yang menjadi kunci bagaimana umat beriman dapat selamat dan bertahan di tengah tantangan dunia: dengan melayani sesama tanpa pamrih.
Pater Sabu menutup homilinya dengan sebuah penegasan iman yang menguatkan: “Tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan.” Kematian Yesus bukan sekadar akhir, melainkan sebuah pengorbanan puncak bagi para pengikut-Nya.
Ketua Panitia Paskah, Yoseph Liko Hala, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran perayaan paskah ini. Liko menyampaikan bahwa kelancaran perayaan tahun ini adalah buah dari gotong royong dan dukungan penuh seluruh umat serta donatur.
”Terima kasih untuk semua pihak yang telah mengambil bagian mendukung panitia. Kerjasama ini adalah wujud nyata dari semangat pelayanan yang baru saja kita rayakan dalam Misa,” ujarnya usai perayaan misa Kamis Putih, 02 April 2026.

Tinggalkan Balasan