“Pertandingan,Perlombaan,Karnaval, hingga UMKM: Fatumnutu Jadi Magnet Perayaan HUT ke-80 RI”

Fatumnutu, – Desa Fatumnutu, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menjelma menjadi pusat perhatian saat dipercaya menjadi tuan rumah perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perayaan yang berlangsung sejak 28 Juli hingga 17 Agustus 2025 ini tidak hanya menyalakan semangat nasionalisme, tetapi juga menghadirkan kegembiraan kolektif yang membangkitkan denyut ekonomi rakyat.

Ketua Panitia Lokal, Erminoldus Meo, menyebut perayaan tahun ini menjadi salah satu yang paling meriah. Selama hampir tiga minggu, warga dari 11 desa di Kecamatan Polen larut dalam berbagai agenda, mulai dari karnaval, lomba kebersihan antar-RT, pertandingan olahraga, hingga aneka lomba seni budaya yang melibatkan pelajar dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga kelompok karang taruna dan masyarakat umum.

“Fatumnutu menjadi panggung utama seluruh rangkaian kegiatan. Warganya menyambut dengan penuh antusias dan menjadikan momentum ini sebagai pesta rakyat sekaligus wujud cinta kepada NKRI,” ujar Erminoldus di sela-sela kegiatan.

Desa Fatumnutu Jadi Magnet Perayaan

Suasana di desa Fatumnutu selama perayaan terasa berbeda. Setiap sudut desa dipenuhi umbul-umbul, bendera merah putih, dan dekorasi khas Agustusan. Warga tumpah ruah menyaksikan atraksi karnaval, parade budaya, hingga aneka lomba yang menghibur sekaligus mendidik.

Yang tak kalah menarik, lomba kebersihan antar-RT di desa Fatumnutu menjadi ajang favorit. Bukan sekadar kompetisi, lomba ini menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan desa tetap indah dan sehat.

Ekonomi Warga Ikut Bergairah

Camat Polen, Joel Sonbai, menegaskan bahwa semarak perayaan ini tidak hanya dirasakan dalam bentuk kegembiraan dan persatuan, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata.

“Selama hampir tiga minggu, para pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga usaha kuliner rumahan di Fatumnutu meraup keuntungan signifikan. Ini bukti bahwa semangat nasionalisme bisa berjalan seiring dengan kebangkitan ekonomi rakyat,” ungkap Joel.

Berbagai lapak kuliner, kerajinan, dan produk lokal ramai diserbu warga dari desa tetangga yang hadir menyaksikan lomba maupun karnaval. Hal ini menjadikan Fatumnutu bukan hanya tuan rumah perayaan, tetapi juga sentra perputaran ekonomi rakyat selama Agustus.

Semangat 17 Agustus Berkobar di Polen

Panitia memastikan bahwa  perayaan berjalan sangat kondusif.Situasi tersebut mau menunjukan bahwa perayaan HUT RI di Kecamatan Polen bukan sekadar seremonial, melainkan momentum mempererat persaudaraan antar-desa dan menjaga semangat kemerdekaan tetap berkobar.

“Semangat gotong royong, cinta tanah air, dan persatuan warga yang terlihat di Fatumnutu ini adalah warisan berharga bagi generasi muda. Dari desa kecil di Polen, pesan besar untuk Indonesia lahir: merdeka bukan hanya soal sejarah, tetapi juga soal kebersamaan membangun masa depan,” pungkas Erminoldus.( Arnold).

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *