Kupang – Dalam upaya mendukung program strategis Wali Kota Kupang untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan bebas stigma, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang terus menggencarkan berbagai langkah nyata untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di seluruh lapisan masyarakat.
Langkah-langkah ini bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan lewat gerakan edukasi masif ke sekolah, rumah ibadah, hingga masyarakat akar rumput di 51 kelurahan se-Kota Kupang.
Edukasi Langsung ke Sekolah dan Gereja
Sekretaris KPA Kota Kupang, Julius Tanggu Bore atau yang akrab disapa Jems Bore, menjelaskan bahwa pihaknya bersama berbagai instansi terus berkomitmen menekan angka penularan HIV/AIDS dengan pendekatan yang komprehensif.
“Kami melakukan road show ke sekolah-sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA di seluruh Kota Kupang. Kami ingin para remaja memahami bahaya HIV/AIDS sejak dini, termasuk risiko prostitusi dan perilaku berisiko lainnya,” ujar Jems Bore.
Tak hanya di sekolah, sosialisasi juga digelar di gereja-gereja. Melalui pendekatan moral dan spiritual, KPA ingin masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dini.
“Edukasi di rumah ibadah menjadi sangat penting, karena dari sana kami bisa membangun kesadaran yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan kasih,” tambahnya.
Sinergi dengan Dinas Kesehatan dan Komunitas
KPA juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk melakukan pemeriksaan darah di kelompok populasi kunci, memastikan pengendalian penularan berjalan efektif.
Selain itu, tim lapangan KPA secara aktif mengedukasi masyarakat tentang perilaku seks aman, penggunaan kondom, dan pembagian obat bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
“Pendekatan ini kami lakukan dengan tetap menghargai hak-hak mereka. Kami ingin mereka tetap bisa hidup sehat, produktif, dan diterima oleh masyarakat,” ungkap Jems Bore.
Aktifkan Kembali Warga Peduli HIV/AIDS di 51 Kelurahan
Sebagai bagian dari program jangka panjang, KPA akan mengaktifkan kembali Warga Peduli HIV/AIDS (WPA) di 51 kelurahan mulai tahun 2026.
WPA berperan penting sebagai garda terdepan yang melakukan pendampingan bagi ODHA dan membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan dengan mudah.
Di waktu yang sama, KPA juga akan membentuk pendidik sebaya di sekolah-sekolah — para siswa yang dilatih sebagai duta HIV/AIDS. Mereka akan menjadi agen perubahan positif yang aktif menyebarkan pesan edukatif kepada teman-teman sebaya.
“Kami ingin generasi muda menjadi pelopor perubahan. Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Jems Bore.
Tantangan Nyata: Kasus Masih Meningkat
Data KPA Kota Kupang menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir (2015–2025) tercatat 2.539 kasus HIV/AIDS di wilayah Kota Kupang.
Sementara hanya dalam periode Januari–September 2025, terdapat 169 kasus baru, mayoritas berasal dari kelompok usia produktif dan remaja.
Angka tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk terus bersinergi menekan laju penularan. Pemerintah Kota Kupang bersama KPA menegaskan, pencegahan dan edukasi harus menjadi gerakan bersama.
Menuju Kupang Sehat dan Bebas Stigma
Melalui dukungan penuh Wali Kota Kupang dan kolaborasi lintas sektor — mulai dari sekolah, gereja, komunitas, hingga media — diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat.
KPA percaya, pengetahuan dan empati adalah vaksin sosial yang paling kuat untuk melawan HIV/AIDS dan menghapus stigma terhadap para penyintas.
“Kota Kupang harus menjadi kota yang tidak hanya bebas dari penularan HIV/AIDS, tetapi juga bebas dari stigma. Itulah misi kemanusiaan yang kami jalankan bersama pemerintah dan masyarakat,” tutup Jems Bore dengan optimistis
. #KupangSehat #StopHIVAIDS #DukungProgramWaliKota #KPAKupangBeraksi #GenerasiBebasStigma

Tinggalkan Balasan