Kupang,— Penutupan Pameran Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda. Malam penutupan yang sebelumnya menjadi bagian dari agenda perayaan, kini dialihkan menjadi Malam Amal untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores.
Dari kegiatan tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.112.000.000. Seluruh dana tersebut diperuntukkan bagi penanganan dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa di Pulau Flores.
Informasi itu disampaikan Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT, Nini Kiak, dalam kegiatan Pameran Pembangunan yang berlangsung di Aula Kantor Komunikasi dan Informatika NTT, Jumat (28/8/2026).
Menurut Nini, pelaksanaan Pameran Pembangunan tahun ini memang memiliki konsep yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Malam penutupan Pameran Pembangunan diganti menjadi malam amal,” tutur Nini.
Perubahan konsep tersebut dilakukan di tengah kondisi Flores yang masih membutuhkan dukungan akibat bencana gempa.
Momentum penutupan pameran kemudian dimanfaatkan bukan hanya sebagai seremoni akhir kegiatan, tetapi sebagai ruang untuk menggalang solidaritas dan kepedulian masyarakat NTT terhadap para korban bencana.
Rp1,112 Miliar untuk Gempa Flores
Angka Rp1,112 miliar menjadi catatan penting dari pelaksanaan malam amal tersebut.
Dana yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak gempa di Flores, terutama dalam memenuhi kebutuhan pascabencana.
Bagi NTT, aksi tersebut juga menjadi gambaran bahwa sebuah kegiatan pemerintah dapat dikemas tidak hanya untuk menampilkan hasil pembangunan, tetapi sekaligus menjadi ruang solidaritas sosial.
Transaksi UMKM Hampir Rp5 Miliar
Tak hanya soal penggalangan dana, Pameran Pembangunan NTT tahun ini juga mencatat pergerakan ekonomi yang cukup besar.
Nini mengungkapkan, nilai transaksi yang tercatat dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hampir mencapai Rp5 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pameran pembangunan tidak hanya menjadi tempat memamerkan program dan hasil pembangunan pemerintah, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Perputaran transaksi yang mendekati Rp5 miliar menjadi salah satu indikator bahwa keterlibatan UMKM memberikan dampak ekonomi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pameran Pembangunan Jadi Ruang Solidaritas
Pameran Pembangunan NTT tahun ini akhirnya memiliki dua wajah sekaligus.
Di satu sisi, kegiatan tersebut menjadi etalase berbagai capaian pembangunan daerah dan ruang promosi bagi produk UMKM. Di sisi lain, momentum penutupannya justru diarahkan menjadi gerakan solidaritas untuk masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Penggalangan Rp1,112 miliar untuk korban gempa dan pencatatan transaksi UMKM hampir Rp5 miliar menjadi dua angka yang menonjol dari penyelenggaraan Pameran Pembangunan NTT tahun ini.
Keduanya memperlihatkan bahwa kegiatan pembangunan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat sekaligus kepedulian terhadap sesama.
Pameran boleh berakhir, tetapi semangat solidaritas untuk Flores diharapkan terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan