IKB Oehonis Soe TTS Persembahkan Film Dokumenter “Au Soe Oe”: Karya Anak Bangsa yang Menginspirasi dari Bumi Timor

Soe, —Sebuah gebrakan baru lahir dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ikatan Keluarga Besar (IKB) Oehonis Soe TTS mempersembahkan karya monumental berupa film pendek dokumenter berjudul “Au Soe Oe” yang akan diputar perdana pada Senin, 1 September 2025, di Lapangan Effta Soe, TTS. Penayangan ini dibuka gratis untuk seluruh masyarakat sebagai wujud nyata kontribusi anak daerah bagi bangsa.

Film “Au Soe Oe” tidak sekadar tontonan, melainkan cerminan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan perjuangan anak muda TTS untuk menghadirkan karya kreatif yang mampu memberi makna dalam kehidupan.

Salah satu magnet utama dalam film ini adalah kehadiran aktor muda asal TTS, Osny Hun, yang dikenal publik lewat sinetron populer Anak Jalanan di SCTV. Dalam film ini, Osny memerankan tokoh sentral yang menjadi penggerak alur cerita.

Tak kalah menarik, Since Carolina Kase, seorang guru muda asal TTS, tampil memerankan tokoh kekasih (feto) yang setia mendampingi perjalanan hidup karakter utama. Sementara itu, Peter Salem, salah satu anggota IKB Oehonis, turut ambil bagian dengan memerankan peran dalam bidang pertanian—simbol keterikatan masyarakat TTS dengan tanah dan kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut Peter Salem, film ini lahir dari kebersamaan dan semangat gotong royong seluruh anggota IKB Oehonis Soe TTS.

“Kami datang dari berbagai latar belakang, dengan segala perbedaan dan kekurangan. Namun kami bersatu, bahu-membahu, saling melengkapi untuk menjadikan hidup ini berguna. Moto kami jelas: ‘Lahir, Hidup, dan Berguna,’” ungkap Peter kepada media, Rabu (27/8/2025).

Film dokumenter ini diproduksi secara kolektif oleh seluruh tim IKB Oehonis Soe TTS. Setiap orang mengambil peran sesuai kemampuan dan keahliannya, sehingga terwujud karya bersama yang bukan hanya indah ditonton, tetapi juga penuh nilai moral dan sosial.

Lebih dari sekadar hiburan, “Au Soe Oe” menyampaikan pesan mendalam tentang identitas, perjuangan, dan kebanggaan sebagai orang TTS.

Kehadiran film ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia untuk terus berkarya tanpa melupakan akar budaya dan nilai kebersamaan.

Dengan diputar gratis di ruang terbuka, film ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan, refleksi, dan kebanggaan bagi masyarakat Soe. IKB Oehonis berharap karya ini bisa menjadi tonggak sejarah kecil yang menumbuhkan semangat kreatif anak-anak daerah.(Arnold).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *