Kupang, – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan elektoral. Menurutnya, PSI harus tumbuh menjadi partai yang cerdas, bijaksana, serta benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026), yang dihadiri Ketua DPW PSI NTT sekaligus Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, jajaran pengurus PSI dari tingkat pusat hingga daerah, serta ratusan kader.
Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ia menyebut perubahan iklim, konflik geopolitik dunia, hingga pesatnya perkembangan teknologi sebagai tantangan besar yang harus diantisipasi sejak sekarang.
“Ke depan tidak akan semakin mudah. Dunia menghadapi perubahan iklim, konflik geopolitik, serta disrupsi teknologi. Lima hingga sepuluh tahun mendatang kita akan memasuki era revolusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan humanoid robotik.
Kalau kita tidak mulai mempersiapkan diri dari sekarang, kita akan tertinggal,” tegas Jokowi.
Meski demikian, Jokowi mengajak seluruh kader PSI tetap optimistis menghadapi masa depan. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa besar harus terus melangkah maju dengan memperkuat persatuan dan mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat.
Selain itu, Jokowi menitipkan pesan khusus kepada seluruh kader PSI agar tidak menjauh dari kehidupan masyarakat. Ia meminta seluruh pengurus, mulai dari tingkat pusat hingga desa, aktif mendengar keluhan warga dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kader PSI harus selalu berada di tengah rakyat. Dengarkan keluhan mereka, bantu mencari solusi. Kalau tidak bisa diselesaikan di tingkat bawah, naikkan ke tingkat berikutnya. Yang penting rakyat merasakan kehadiran PSI,” ujarnya.
Jokowi juga menekankan pentingnya membangun struktur partai yang hidup dan fungsional hingga ke tingkat desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, kemenangan politik tidak cukup hanya mengandalkan popularitas, tetapi harus ditopang oleh mesin organisasi yang aktif bekerja setiap hari.
Ia menggambarkan struktur partai yang ideal adalah kader yang hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, mulai dari menghadiri pesta pernikahan, menjenguk warga sakit, melayat ketika ada warga meninggal, hingga membantu masyarakat yang terkena musibah.
“Itulah struktur partai yang hidup. Bukan hanya memiliki papan nama kantor, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat dan memberikan manfaat nyata,” katanya.
Jokowi mengungkapkan, saat ini struktur PSI di tingkat DPW telah terbentuk hampir 100 persen secara nasional, sementara DPD dan DPC juga terus mengalami peningkatan. Fokus berikutnya adalah memperkuat kepengurusan hingga tingkat desa dan TPS sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029.
Secara khusus, Jokowi memberikan apresiasi kepada PSI Nusa Tenggara Timur yang dinilainya menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menyebut NTT menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan suara PSI terbaik di Indonesia dan telah melahirkan sejumlah kepala daerah dari kader partai tersebut.
“Kalau melihat semangat kader dan antusiasme masyarakat di NTT, saya optimistis daerah ini akan menjadi kandang gajah,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan kader.
Namun, Jokowi menegaskan bahwa “kandang gajah” yang dimaksud bukan sekadar kemenangan dalam pemilu.
“Partai Gajah tidak hanya menjadi pemenang pemilu, tetapi harus menjadi gajah yang bijaksana, gajah yang cerdas, dan gajah yang selalu berpihak kepada rakyat. Itu yang kita inginkan bersama,” tegas Jokowi.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta Rakorda yang memenuhi lokasi kegiatan. Pesan Jokowi dinilai menjadi arah perjuangan PSI dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan masyarakat menjelang agenda politik nasional tahun 2029.

Tinggalkan Balasan