KUPANG – Lurah Penfui, Fransisko S. Dugis, menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seluruh visi dan misi Wali Kota Kupang melalui program pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.
Menurut Fransisko, kelurahan merupakan ujung tombak pemerintahan sekaligus muara dari berbagai bentuk pelayanan publik. Karena itu, setiap kebijakan dan program pemerintah harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
Bedah Rumah dan Pelayanan Kesehatan Jadi Perhatian
Dalam bidang kesejahteraan masyarakat, Kelurahan Penfui turut memberikan perhatian terhadap program bantuan perumahan bagi warga yang membutuhkan.
Fransisko menjelaskan, terdapat satu unit bantuan rumah yang direncanakan untuk direalisasikan.
Namun, dari sembilan calon penerima yang disebutkan dalam pendataan, sebagian besar mengundurkan diri sehingga perlu dilakukan penyesuaian lebih lanjut terhadap pelaksanaannya.
Gandeng Sekolah dan Kepolisian Cegah Tawuran Remaja
Persoalan kenakalan remaja turut menjadi perhatian pemerintah Kelurahan Penfui.
Untuk mengantisipasi potensi tawuran antarpelajar, pihak kelurahan membangun koordinasi dengan sekolah dan Polsek Maulafa.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong kegiatan apel bersama sebagai sarana membangun kedisiplinan, memperkuat komunikasi, serta menanamkan kesadaran kepada para pelajar tentang pentingnya menjaga ketertiban.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting karena pembinaan generasi muda tidak dapat dibebankan kepada sekolah atau keluarga semata, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, kepolisian, dan lingkungan masyarakat.
Gerakan Kebersihan, Warga Diajak Lebih Peduli Sampah
Di bidang lingkungan, Kelurahan Penfui terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Upaya tersebut melibatkan Pertamina Patra Niaga El Tari Kupang serta Bank Sampah Mutiara Timor yang telah berjalan hampir dua tahun.
Keberadaan bank sampah diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari sekadar membuang sampah menjadi memilah dan mengelolanya agar memiliki nilai guna.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” demikian pesan yang ingin ditegaskan melalui gerakan kebersihan di lingkungan Kelurahan Penfui.
Manfaatkan Lahan Kosong untuk Tekan Pengeluaran Rumah Tangga
Selain pelayanan sosial dan kebersihan, Kelurahan Penfui juga mendorong pemanfaatan lahan kosong untuk menanam tanaman produktif sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan keluarga dan membantu mengendalikan pengeluaran rumah tangga.
Salah satu contoh kegiatan tersebut terdapat di RT 28/RW 12, Kelurahan Penfui, melalui kebun percontohan yang ditanami komoditas seperti tomat dan cabai.
Program ini diarahkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan dapur rumah tangga, sehingga warga tidak selalu harus membeli seluruh kebutuhan sayuran di pasar.
Fransisko juga mengajak warga yang memiliki lahan kosong agar memanfaatkannya secara produktif dan ekonomis, sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan masing-masing keluarga.
Kelurahan Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Publik
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan visi dan misi kepala daerah membutuhkan kerja nyata hingga ke tingkat kelurahan.
Mulai dari bantuan perumahan, pelayanan kesehatan, pembinaan generasi muda, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan lahan produktif, seluruhnya membutuhkan koordinasi dan partisipasi masyarakat.
Bagi Fransisko S. Dugis, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut menjawab kebutuhan warga.
Karena itu, Kelurahan Penfui berkomitmen memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah, sekolah, kepolisian, mitra usaha, kelompok masyarakat, serta warga untuk memastikan berbagai program dapat berjalan sesuai sasaran.
Semangat yang dibangun adalah menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan lingkungan, serta mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah kota menjadi manfaat nyata bagi warga.
Pelayanan dimulai dari kelurahan. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, pembangunan bukan sekadar janji, melainkan perubahan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan