Pemkot Kupang Jadi Jembatan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, TASPEN Salurkan Rp155 Juta

Kupang,– Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan perannya sebagai penghubung solidaritas kemanusiaan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur. Pemkot Kupang memfasilitasi penyerahan bantuan dari PT TASPEN (Persero) bagi warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (18/8/2026), dengan melibatkan jajaran Pemerintah Kota Kupang, TASPEN Group, Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang, serta Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTT.

Langkah ini mempertegas posisi Pemkot Kupang sebagai jembatan koordinasi dan distribusi bantuan kemanusiaan, sehingga dukungan dari berbagai pihak dapat lebih cepat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak bencana.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada TASPEN Group dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat Flores.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian TASPEN. Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Flores,” ujar Serena.

Menurut Serena, Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus memfasilitasi, membuka jalur koordinasi, dan mempermudah proses penyaluran bantuan, sehingga bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.

Pemkot Kupang Perkuat Koordinasi Bantuan

Serena menegaskan, musibah yang terjadi di Flores merupakan keprihatinan bersama. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong kolaborasi lintas lembaga agar respons terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Keterlibatan Pemkot Kupang dalam penyerahan bantuan TASPEN menjadi bagian dari upaya membangun mata rantai bantuan yang lebih efektif, mulai dari pihak pemberi bantuan, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga jaringan masyarakat daerah yang memiliki akses langsung ke lokasi bencana.

“Dari jalur Gekrafs NTT, kami juga menerjunkan tim kesehatan yang terdiri dari enam dokter beserta pasokan obat-obatan guna mendukung pemulihan kesehatan warga di lokasi bencana,” jelas Serena.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa respons Pemkot Kupang tidak hanya diarahkan pada kebutuhan pangan dan logistik, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat terdampak.

Rp155 Juta Bantuan untuk Flores

Melalui fasilitasi Pemkot Kupang, bantuan TASPEN Group yang disiapkan untuk masyarakat terdampak mencapai Rp155 juta.

Sebanyak Rp135 juta dialokasikan dalam bentuk logistik dan kebutuhan pengungsian, sedangkan Rp20 juta disalurkan melalui Gekrafs NTT untuk mendukung keberangkatan tenaga kesehatan dan penyediaan obat-obatan.

Bantuan logistik tersebut terdiri atas:

400 paket sembako senilai Rp60 juta;

7 unit genset senilai Rp70 juta;

25 unit terpal senilai Rp25 juta;

obat-obatan untuk mendukung penanganan kesehatan warga terdampak.

Pemkot Kupang memastikan koordinasi dilakukan agar berbagai bentuk bantuan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemkot Kupang Buka Ruang Solidaritas

Komisaris Utama PT TASPEN, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa pihaknya semula merencanakan penyerahan bantuan langsung ke Bajawa dan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Namun, dinamika gempa susulan dan kendala penerbangan membuat penyerahan bantuan secara simbolis dialihkan ke Kupang melalui IKADA dan Gekrafs NTT.

Sementara itu, tim TASPEN Kantor Cabang Ende telah lebih dahulu bergerak ke lapangan di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Situasi tersebut membuat peran koordinasi pemerintah daerah menjadi penting. Pemkot Kupang hadir untuk memastikan komunikasi antarpihak tetap berjalan dan bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Fary juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Direktur Investasi TASPEN memberikan donasi pribadi sebesar Rp15 juta untuk penanganan khusus warga terdampak di Desa Wolowae.

90.110 Peserta TASPEN di NTT Turut Jadi Perhatian

TASPEN juga memberikan perhatian terhadap sekitar 90.110 peserta aktif dan pensiunan TASPEN yang berada di kawasan terdampak bencana di NTT.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, perhatian terhadap kelompok masyarakat terdampak menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Penyerahan bantuan kemudian dilakukan secara simbolis oleh Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan, kepada perwakilan IKADA dan pengurus Gekrafs NTT, disaksikan langsung Wakil Wali Kota Kupang, Komisaris Utama TASPEN, serta jajaran pejabat terkait.

Pemkot Kupang: Solidaritas Harus Sampai kepada Korban

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.

Melalui fasilitasi dan koordinasi tersebut, Pemkot Kupang berupaya memastikan setiap bantuan yang datang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Flores.

Bagi Pemkot Kupang, membantu korban gempa bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah bentuk solidaritas antarsesama warga NTT—ketika Flores membutuhkan pertolongan, Kupang membuka pintu, memperkuat koordinasi, dan ikut memastikan bantuan bergerak menuju mereka yang terdampak.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *