“Persemaian Penghubung: Kolaborasi BPDAS & Yayasan Effata Jadi Pusat Ekonomi Hijau Nasional”

Kupang,— Sebuah terobosan monumental hadir di Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina Provinsi NTT resmi menggandeng Yayasan Effata Kupang dalam sebuah program inovatif bertajuk Persemaian Penghubung. Inisiatif ini menggabungkan misi pelestarian lingkungan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala BPDAS Benain Noelmina Provinsi NTT, Kludolfus Tuames, SP, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Yayasan Effata dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan di NTT.

“Konsepnya sederhana namun berdampak besar: kami memproduksi bibit unggul, Yayasan Effata mendistribusikannya secara gratis kepada masyarakat. Ini langkah nyata agar masyarakat tidak terbebani biaya dalam melestarikan lingkungan,” ujarnya optimis.

BPDAS memastikan akan terus memantau perkembangan program ini, serta membuka peluang memperluas jenis bibit yang didistribusikan. Saat ini, BPDAS Benain Noelmina telah memiliki lima lokasi persemaian penghubung di Labuan Bajo, Sumba Tengah, Bajawa, Lembata, dan Kupang.

Ketua Yayasan Effata Kupang, David Pella, SH, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi pendidikan dalam mendukung penghijauan sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat.

“Kami melihat potensi besar dari tanaman pinang. Kebutuhan pinang di NTT mencapai Rp4 triliun setiap tahun. Ini adalah Emas Hijau yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan budaya,” ungkapnya.

David juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPDAS Benain Noelmina atas kepercayaan yang diberikan kepada Yayasan Effata sebagai mitra resmi pendistribusian bibit.

Program ini tidak sekadar gerakan penghijauan, melainkan juga penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Dengan menggandeng masyarakat sebagai agen perubahan, NTT berpotensi menjadi model nasional pembangunan ekonomi berbasis lingkungan, membuktikan bahwa kelestarian alam dan kesejahteraan dapat berjalan seiring.

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *