KUPANG – Dalam suasana penuh semangat dan harapan baru, sebuah tonggak bersejarah ditorehkan di bumi Flobamora. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Lakalena, bersama Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, secara resmi menutup Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP TLM Indonesia Tahun Buku 2023 yang digelar megah di Gedung Olahraga Flobamora, Kupang.
Acara tersebut tak hanya menjadi forum evaluasi dan perencanaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum monumental yang menandai kebangkitan ekonomi berbasis komunitas. Turut hadir mendampingi, Wakil Gubernur NTT Joni Asadoma dan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang bersama-sama menyaksikan sejarah baru: koperasi TLM Indonesia membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) fantastis senilai Rp137 miliar kepada para anggotanya.
Koperasi sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Lakalena tak mampu menyembunyikan rasa bangga. Dengan nada optimistis, ia menyebut TLM Indonesia sebagai pengejawantahan nyata dari mimpi ekonomi masyarakat NTT.
“Kami bangga, bersyukur, dan berbahagia karena TLM Indonesia telah mewujudkan mimpi ekonomi NTT. Dengan aset mendekati satu triliun rupiah dan hampir 1.000 tenaga kerja aktif, ini bukti bahwa koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya, disambut riuh tepuk tangan peserta RAT.
Apresiasi Nasional dan Janji Menjadikan TLM Sebagai Role Model
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi memberikan apresiasi luar biasa atas capaian TLM Indonesia. Dalam pernyataannya yang menggetarkan hati, ia menekankan bahwa koperasi ini layak menjadi panutan nasional.
“Kalau mau lihat koperasi yang membagi SHU besar dan memberi manfaat nyata bagi anggotanya, datanglah ke NTT. Satu koperasi saja bisa bagikan Rp137 miliar. Ini luar biasa! TLM akan kita jadikan model nasional,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Menghidupkan Semangat Bung Hatta
RAT ini menjadi saksi hidup bahwa warisan pemikiran Bung Hatta—sang Bapak Koperasi—masih relevan dan hidup di tanah timur Indonesia. Gubernur Melki dan Menteri Budi sama-sama mengutip pesan abadi Bung Hatta:
“Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib ekonomi rakyat.”
Hari ini, TLM Indonesia tidak hanya menghidupkan kembali semangat itu, tapi telah membuktikan bahwa koperasi bukanlah konsep utopis—melainkan solusi konkret untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat, dari desa-desa kecil hingga panggung nasional.
Lebih dari Koperasi: TLM Adalah Harapan dan Solusi
Dengan prinsip tata kelola yang kuat, efisiensi operasional, profesionalisme SDM, dan inovasi produk serta layanan, TLM Indonesia telah menjelma menjadi wajah baru dari gerakan ekonomi kerakyatan. Tak heran bila Gubernur Melki menyebut koperasi ini sebagai “representasi harapan baru bagi NTT.”
RAT ini juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi dukungan terhadap program nasional dan daerah seperti One Village One Product dan Gerakan Beli NTT. Keduanya diyakini menjadi instrumen strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi lokal.
TLM Indonesia, Lebih dari Sekadar Koperasi
KSP TLM Indonesia bukan hanya sebuah koperasi—ia adalah simbol perubahan, penggerak harapan, dan inspirasi bagi Indonesia. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi oleh ekonomi pasar dan ketimpangan, TLM menunjukkan bahwa keadilan ekonomi bukan utopia, melainkan keniscayaan yang bisa diraih dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang visioner.
Dengan SHU Rp137 miliar, ribuan anggota tersenyum bahagia. Namun lebih dari itu, seluruh Indonesia hari ini menyaksikan bahwa dari NTT—dari tanah yang sering dipandang pinggiran—lahir model koperasi masa depan: kuat, adil, dan mensejahterakan. ( Arnold)

Tinggalkan Balasan