Kupang– Wali Kota Kupang, Christian Widodo, kembali menunjukkan komitmennya yang kuat dalam mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama perekonomian Kota Kupang. Dalam sebuah pernyataan yang penuh semangat usai menghadiri kegiatan pembekalan magang mahasiswa dan pengenalan dunia kerja—program kolaboratif antara Pemerintah Kota Kupang, Bank BTN, dan Universitas Nusa Cendana (Undana)—Christian menyampaikan bahwa UMKM harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Kita ini adalah kota jasa dan perdagangan. Jadi sudah sewajarnya UMKM menjadi salah satu inti dari kekuatan ekonomi kita. Kalau kita serius ingin membangun daya saing ekonomi daerah, maka kita harus mulai dari fondasinya—yaitu UMKM. Dan membangun UMKM itu tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal seadanya,” tegas Christian, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta.
Ia mencontohkan pendekatan yang sering kali keliru, di mana bantuan finansial diberikan tanpa memperhatikan kesiapan dan legalitas pelaku usaha. “Tidak bisa hanya kasih Rp500.000 lalu anggap masalah selesai. Kita harus mulai dari legalitas. Kalau pelaku UMKM sudah punya izin formal, itu jadi modal utama untuk akses bantuan yang lebih besar, baik dari pusat, provinsi, maupun lembaga donor internasional,” jelasnya.
Christian menegaskan pentingnya legalitas sebagai senjata strategis dalam memperluas jaringan kemitraan dan mengakses berbagai bentuk dukungan. “Kalau belum legal, peluang mereka jadi tertutup. Kita ingin bantu UMKM keluar dari lingkaran keterbatasan dengan menyelesaikan persoalan dari akarnya. Legalitas adalah pintu masuk pertama untuk berkembang,” katanya penuh tekad.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui program One Village One Product (OVOP), yang telah mengalokasikan dua program untuk Kota Kupang. Ia memastikan bahwa pemerintah kota siap memberikan dukungan maksimal, baik dalam bentuk perizinan, pelatihan, pendampingan, hingga bantuan permodalan yang berkelanjutan.
“Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian melalui program OVOP ini. Tapi kita juga harus pastikan bahwa program ini tidak sekadar berhenti di konsep. Kita akan kawal betul, dari pendampingan teknis hingga ke eksekusi bantuan modal. Karena UMKM yang kuat, berarti ekonomi Kota Kupang juga akan tumbuh kokoh,” imbuhnya.
Program pembekalan magang mahasiswa ini sendiri merupakan bagian dari upaya menyinergikan dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintahan dalam satu ekosistem kolaboratif yang saling memperkuat. “Inilah wajah pembangunan yang kita dorong: kolaboratif, progresif, dan berkelanjutan. Mahasiswa mendapat bekal nyata, UMKM mendapat dukungan riil, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya secara langsung,” tutup Christian.
Dengan semangat transformasi dan pendekatan yang holistik, Wali Kota Kupang berharap ekosistem UMKM di wilayahnya akan tumbuh lebih tangguh, mandiri, dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional dan nasional. ( Arnold).

Tinggalkan Balasan