JAKARTA – Komitmen Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendukung Bank NTT dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah semakin kuat. Langkah ini terwujud dalam pertemuan penting antara Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, dengan Deputi 1 Kementerian Perekonomian Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, serta Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis, Gunawan Pribadi, beserta sejumlah staf kementerian.
Dalam pertemuan tersebut, Yohanis Landu Praing menjelaskan kondisi dan potensi luar biasa yang dimiliki UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengungkapkan bahwa meskipun Bank NTT sempat terkendala oleh tingginya Non-Performing Loan (NPL) dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), upaya penyelamatan dengan mekanisme Hapus Buku telah berhasil menurunkan angka NPL, memberi harapan baru bagi sektor UMKM di NTT.
“Potensi UMKM di NTT sangat besar. Dengan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan peternakan yang kaya, kami yakin dukungan dari Kementerian Perekonomian akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Landu Praing.
Selama beberapa tahun terakhir, Bank NTT tidak mendapatkan kuota penyaluran KUR akibat tingginya NPL yang timbul dari penyaluran kredit yang kurang berhati-hati. Namun, setelah pertemuan tersebut, Bank NTT berharap kementerian membuka kembali kuota KUR, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.
Ferry Irawan, Deputi 1 Kementerian Perekonomian, yang telah beberapa kali mengunjungi NTT, menegaskan potensi luar biasa UMKM di provinsi ini dan memberikan sejumlah solusi untuk membantu Bank NTT mengatasi masalah NPL. Di antaranya adalah penghapusan buku dengan izin RUPS, perbaikan kelembagaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat efisiensi, akuntabilitas, dan daya saing.
Lebih lanjut, Irawan merekomendasikan koordinasi intensif antara Bank NTT dan tim teknis Kementerian Perekonomian, serta OJK untuk memonitor secara langsung penurunan NPL, agar program KUR bisa kembali berjalan lancar dan tepat sasaran.
Data terbaru menunjukkan bahwa di tahun 2023, NTT memiliki sekitar 200 ribu unit UMKM, dengan 16 ribu di antaranya telah dibiayai oleh Bank NTT. Bahkan, sejumlah produk UMKM lokal NTT kini sudah menghiasi rak-rak pasar ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret, memperlihatkan dampak positif dari pembiayaan yang telah diberikan.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Perekonomian dan langkah-langkah strategis yang telah disepakati, Bank NTT optimistis mampu mempercepat pengembangan UMKM di NTT dan membawa mereka lebih jauh lagi ke pasar nasional.

Tinggalkan Balasan