“Puskesmas Fatumnutu Canangkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Alarm ASI untuk Percepat Penurunan Stunting”

Fatumnutu,– UPT Puskesmas Fatumnutu mencanangkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan Alarm ASI sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mempercepat penurunan angka stunting. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Fatumnutu,Erminoldus Meo,S.KM.

Erdin menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan tersebut adalah masyarakat yang berulang tahun di bulan Januari dan Februari, serta ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan bersama suaminya.

Dikatakan,PKG merupakan program unggulan nasional sebagai bagian dari kebijakan Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendeteksi dini faktor risiko kesehatan, mencegah penyakit, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin.

Erdin menjelaskan bahwa Menteri Kesehatan RI telah mengeluarkan Keputusan Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 sebagai pedoman pelaksanaan PKG, yang mengintegrasikan layanan ini dengan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

Erminoldus Meo menegaskan bahwa selain PKG, inovasi Alarm ASI juga diluncurkan untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif dan menekan angka stunting.

Ia menyebutkan bahwa data per Desember 2024 menunjukkan angka stunting di wilayah ini mencapai 45,2% (128 anak), dengan beberapa bayi mengalami penurunan berat badan akibat rendahnya frekuensi menyusui.

“Berdasarkan hasil wawancara, banyak ibu hanya menyusui bayinya 2-5 kali sehari, padahal seharusnya 10-12 kali. Faktor lupa dan kesibukan menjadi kendala utama. Oleh karena itu, kami memanfaatkan ponsel sebagai alat pengingat melalui Alarm ASI, yang akan berbunyi setiap dua jam agar ibu tidak lupa menyusui,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Fatumnutu.

Sebagai bagian dari strategi penurunan stunting, Alarm ASI tidak hanya ditujukan bagi ibu menyusui, tetapi juga melibatkan peran suami dan tenaga kesehatan lintas program. Inovasi ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk mengingatkan jadwal penting lainnya, seperti kunjungan ANC, nifas, imunisasi bayi, serta pengobatan penyakit kronis seperti TBC.

Erdin menambahkan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan visi Puskesmas Fatumnutu, yakni menjadikan masyarakat lebih sadar dan mandiri dalam menjaga kesehatan. Pelaksanaan program didukung secara swadaya oleh tenaga kesehatan setempat serta melibatkan lintas sektor dalam komitmen bersama.

“Dengan adanya PKG dan Alarm ASI, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya, dan para ibu lebih teredukasi dalam memberikan ASI eksklusif. Semua pihak harus bersinergi untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting,” tambahnya,Jumat 28/02/2025.

Sebagai langkah konkret,lanjut Erdin setiap ibu menyusui dan suaminya diharapkan mengaktifkan Alarm ASI di ponselnya, sementara grup WhatsApp khusus akan dibentuk di setiap desa untuk memastikan pemantauan dan edukasi berjalan secara berkelanjutan.

Acara pencanangan tersebut berlangsung di UPT Puskesmas Fatumnutu pada 28 Februari 2025.

Dikatakan bahwa masyarakat yang berulang tahun pada Januari dan Februari diundang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Elisabeth Pah, SST dan tim, Perwakilan Kecamatan, Perwakilan desa, PKB Kecamatan Polen, Ketua Majelis Jemaat Solideo Gloria Nefomeu juga Jemaat Gereja Solideo Gloria Nefomeu (***).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *