Kupang, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fenomena ini dipicu oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudera Hindia, selatan Pulau Sumba, yang diprediksi dapat berkembang dalam 24-72 jam ke depan. Meski peluangnya masih dalam kategori rendah, dampaknya sudah mulai dirasakan di berbagai wilayah di NTT.
Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, menjelaskan bahwa Bibit Siklon 93S meningkatkan aktivitas awan konvektif yang berpotensi menyebabkan curah hujan tinggi, angin kencang, serta gelombang laut yang signifikan.
“Beberapa wilayah di NTT akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang. Selain itu, aktifnya gelombang Equatorial Rossby turut memperparah kondisi, memicu hujan deras yang disertai petir,” ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kelembaban udara di lapisan atmosfer atas (700 mb dan 500 mb) yang cukup basah serta suhu muka laut yang hangat akan semakin meningkatkan pasokan uap air, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara masif.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi, seperti:
✅ Banjir bandang akibat curah hujan tinggi dalam waktu singkat.
✅ Tanah longsor, terutama di daerah perbukitan dan lereng gunung.
✅ Pohon tumbang dan kerusakan bangunan akibat angin kencang.
✅ Jalan licin, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Sti Nenot’ek menekankan pentingnya kesiapsiagaan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika kondisi memburuk,” tambahnya.
Gelombang Laut tinggi, Nelayan Diminta Berhati-hati
Selain ancaman di daratan, dampak dari Bibit Siklon 93S juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut. Wilayah perairan sekitar Sumba, Sabu, Rote, dan Flores diperkirakan mengalami gelombang tinggi yang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter. Para nelayan, pelaut, serta operator transportasi laut diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi sebelum melaut.
Meskipun fenomena ini berpotensi menimbulkan dampak serius, kesiapsiagaan dan mitigasi dini dapat membantu meminimalisir risiko. BMKG terus melakukan pemantauan dan akan memperbarui informasi terkait perkembangan bibit siklon ini.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat.Cuaca ekstrem bukan sekadar tantangan, tetapi juga panggilan bagi semua pihak untuk semakin tanggap dalam menghadapi perubahan iklim. Mari bersama-sama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan!
Tetap update informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG:
Website: bmkg.go.id
Aplikasi: InfoBMKG
Media Sosial: @infoBMKG

Tinggalkan Balasan