Kupang – Di tengah semilir angin musim kering Nusa Tenggara Timur, sebuah bangunan megah berdiri menjulang di kawasan Poltekkes Kemenkes Kupang. Gedung Graha Poltekkes—demikian namanya—tak sekadar menyuguhkan kemegahan arsitektur, namun hadir sebagai simbol baru semangat kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia Timur. Lebih dari itu, gedung serba guna ini kelak akan menjadi salah satu venue utama pada ajang akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.
“Ini bukan hanya gedung. Ini adalah jantung baru yang akan menghidupkan denyut aktivitas akademik dan kemasyarakatan di Poltekkes Kemenkes Kupang,” ujar Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Irfan, SKM, M.Kes, kepada wartawan,Senin 19/05/2025 di lokasi kampus Poltekkes Kemenkes Kupang.
Menurut Irfan, Gedung Graha dirancang sebagai ruang multifungsi yang akan menampung beragam kegiatan institusi—dari seremoni wisuda, penerimaan mahasiswa baru, ospek, seminar ilmiah, hingga forum-forum pengembangan kapasitas dosen. Namun perannya tak berhenti di sana. Gedung ini juga terbuka bagi masyarakat umum untuk menyelenggarakan kegiatan seperti pernikahan, pelepasan sekolah, hingga wisuda kampus lain yang belum memiliki aula representatif.
“Dulu kami harus menyewa hotel atau gedung luar untuk menggelar kegiatan resmi kampus. Sekarang kami punya rumah sendiri. Gedung ini bukan cuma investasi infrastruktur, tapi investasi jangka panjang untuk martabat lembaga,” jelas Irfan, sembari menyebut kapasitas ruang yang mampu menampung hingga 1.500 orang, dilengkapi fasilitas full AC, balkon, ruang VIP, musola, lobby, serta area parkir luas.
Gedung Graha bukan hanya mendapat perhatian dari dunia pendidikan, tetapi juga dari lingkup nasional. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung Graha, Marko Tihu, mengungkapkan bahwa gedung ini telah dua kali dikunjungi oleh tim dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama tim dari Pemerintah Provinsi NTT. Tujuannya jelas: meninjau kesiapan gedung sebagai salah satu venue PON 2028.
“Tim Pak Melki sudah dua kali bertemu kami dan melakukan survei langsung. Mereka memastikan gedung ini layak dan siap digunakan untuk PON mendatang,” ujar Marko.
Menurutnya, Gedung Graha dinilai memenuhi standar fasilitas dengan kualitas setara hotel. Bahkan, ia menyebutkan bahwa kenyamanan dan daya tampung ruangan menjadi keunggulan utama yang membuatnya layak dijadikan arena kegiatan olahraga nasional.
Pembangunan gedung ini menelan anggaran lebih dari Rp 23 miliar, bersumber dari Dana Badan Layanan Umum (BLU) Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun Anggaran 2024. Proses Provisional Hand Over (PHO) atau penyerahan tahap pertama dari pihak kontraktor kepada pemilik proyek telah dilakukan pada 27 Maret 2025 lalu.
“PHO sudah selesai dan realisasi pembayaran proyek ini telah mencapai 100 persen,” kata Marko.
Meski telah diserahterimakan, gedung masih dalam masa pemeliharaan selama 180 hari kalender atau hingga 31 Oktober 2025. Artinya, jika dalam kurun waktu tersebut terjadi kerusakan bangunan, tanggung jawab perbaikan sepenuhnya masih berada di tangan kontraktor pelaksana.
Gedung ini rencananya akan dilaunching pada minggu kedua Juli 2025—sebuah momentum yang diyakini menjadi tonggak baru dalam penguatan infrastruktur pendidikan dan kemasyarakatan di Kupang. Irfan menegaskan, pembukaan resmi nanti akan melibatkan berbagai pihak, termasuk mitra institusi dan tokoh masyarakat.
“Gedung Graha ini adalah bukti bahwa di ujung timur Indonesia, kita juga mampu membangun sesuatu yang monumental, yang bukan hanya berguna secara fungsional, tapi juga membanggakan secara simbolik,” tutup Irfan.
Seiring waktu, Gedung Graha Poltekkes tak ubahnya seperti sebuah panggung besar—tempat ribuan cerita akan dimulai, kenangan akan dicipta, dan sejarah akan ditulis. Sebuah panggung di mana ilmu dan budaya, olahraga dan pendidikan, berpadu dalam satu tarikan napas yang sama: kemajuan.( Arnold).

Tinggalkan Balasan