“50 Juta untuk 200 Tahun: Simbol Kasih Wali Kota dalam Nyala Sejarah Baitel Oesapa”

Kupang,– Momen perayaan 200 tahun Gereja Baitel Oesapa Selatan berubah menjadi tonggak penting sinergi antara gereja dan pemerintah, saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara langsung menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta kepada panitia perayaan. Bantuan ini bukan hanya simbol dukungan moral, tetapi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap penguatan iman dan pemberdayaan komunitas lokal.

Ditemani oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang, Joni Bire, Wali Kota menyampaikan bahwa dukungan ini adalah bagian dari komitmen pemerintahan yang melayani dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana.

“Pemerintah Kota Kupang tidak bisa berdiri sendiri. Gereja adalah mitra strategis dalam membangun karakter, moral, dan masa depan kota ini,” ungkap dr. Christian Widodo dalam sambutannya, pada Minggu, 13 April 2025.

Suasana haru dan syukur terasa kental dalam acara yang juga dihadiri oleh Yayasan Compassion Indonesia serta perwakilan donatur dari Perancis, yang datang jauh-jauh demi berbagi kasih dan menyaksikan langsung perjalanan sejarah gereja di Kota Kupang.

“Kami datang dari jauh, dari Perancis, dan kami sangat bersyukur bisa berada di sini. Kami akan selalu mengingat keramahan dan cinta kasih yang kami rasakan di Kupang,” ujar salah satu donatur, dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan hangat para hadirin.

Wali Kota juga menggunakan momen ini untuk menyampaikan pesan efisiensi dan integritas dalam kepemimpinannya. “Mobil dinas saya tetap yang lama, karena masih layak pakai. Anggaran perjalanan dinas  kami di pangkas habis. Pemerintahan bukan tentang kemewahan, tetapi tentang pelayanan,” tegasnya di hadapan jemaat dan tamu undangan.

Lebih jauh, Ia mengutip filosofi  yang menyentuh hati: “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.” Pesan itu selaras dengan visinya bahwa kota Kupang harus dibangun dalam semangat kesatuan, pelayanan, dan keteladanan.

Dari sisi gereja, Ketua Majelis Gereja Baitel Oesapa Pendeta Nikodemus O. R. Lepat menyampaikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota, yang bukan hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari jemaat Baitel. “Beliau adalah bagian dari keluarga besar gereja kami. Kami bersyukur karena beliau bukan hanya memimpin, tapi juga bersama-sama membangun iman,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan 15 kegiatan Kaum Bapak yang rutin digelar dan memperebutkan Piala Wali Kota dan Wakil Wali Kota, menjadikan hubungan antara gereja dan pemerintah semakin hidup dan relevan.

Dengan bantuan dana yang konkret, kehadiran tamu internasional, dan komitmen bersama membangun moral dan masyarakat, perayaan 200 tahun Gereja Baitel Oesapa Selatan bukan hanya tentang menengok masa lalu—tetapi melangkah mantap ke depan sebagai kota yang dipimpin dengan hati, iman, dan tindakan nyata.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *