Kupang,— Komitmen memperkuat riset dan inovasi nasional kembali ditegaskan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Hotel Harper, Selasa (4/5/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Arif Satria menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada kekuatan sumber daya manusia (SDM), inovasi, dan pendidikan tinggi sebagai penggeraknya.
Menurutnya, riset bukan lagi sekadar aktivitas akademik, melainkan jembatan menuju kemandirian ekonomi dan daya saing global.
“Ke depan, ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi pada inovasi dan kualitas SDM. Di sinilah perguruan tinggi berperan penting sebagai motor penggerak,” ujarnya.
NTT Jadi Pusat Observasi dan Riset Strategis
BRIN secara khusus menaruh perhatian besar terhadap NTT, terutama wilayah Timor, sebagai pusat observasi dan pengembangan riset multidisipliner. Potensi daerah dinilai sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan berbasis teknologi.
Sejumlah komoditas unggulan seperti garam, rumput laut, kakao, hingga potensi energi terbarukan disebut memiliki peluang besar untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui riset dan inovasi.
Bahkan, BRIN mendorong pengembangan teknologi yang mampu menghasilkan energi dan bahan bakar alternatif di empat kabupaten di NTT.
Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII), yang menjadi indikator daya saing inovasi suatu negara di tingkat global.
Bangun Ekosistem Riset Berdaya Saing
BRIN menegaskan perannya sebagai “penghela utama” dalam membangun ekosistem riset dan inovasi nasional yang kompetitif. Fokus utama meliputi:
Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri
Peningkatan kualitas laboratorium dan infrastruktur riset
Pengembangan kapasitas dan kompetensi peneliti
Tata kelola riset yang transparan dan akuntabel
Selain itu, konsep teaching university juga didorong agar kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat inovasi dan solusi bagi masyarakat.
Semua langkah ini diarahkan untuk mendukung visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Gubernur NTT: Saatnya Bangkit dan Bergerak
Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya langkah konkret dari perguruan tinggi untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa NTT memiliki potensi besar, namun selama ini belum tergarap maksimal.
“NTT tidak boleh lagi ‘tidur’. Forum ini harus melahirkan langkah nyata dan terukur. Perguruan tinggi harus menjadi pelopor perubahan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai salah satu institusi dengan kapasitas eksekusi program yang kuat dalam mendorong kemajuan pendidikan dan riset di daerah.
Rapat kerja ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi se-NTT, Wakil Bupati Malaka, Wakil Bupati Kupang, Wakil Bupati TTU, Sekretaris Daerah Kota Kupang, serta berbagai pejabat fungsional dan struktural lainnya.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset dalam membangun NTT berbasis inovasi.
Dengan semangat kolaborasi, pesan yang digaungkan pun jelas:
“Ayo bangun Indonesia, ayo bangun NTT bersama.”

Tinggalkan Balasan