Cuaca Buruk Paksa Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara El Tari Kupang

Kupang – Cuaca ekstrem yang meland wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu siang (3/1), menyebabkan dua penerbangan gagal mendarat di Bandara El Tari. Angin kencang dengan kecepatan 20-30 knot membuat pesawat Lion Air JT 924 rute Denpasar-Kupang dan Wings Air IW 1928 rute Larantuka-Kupang terpaksa mengalihkan pendaratan.

Menurut I Gusti Ngurah Yudi Saputra, PGS Legal, Compliance, and Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, kedua pesawat sempat berputar-putar di udara sebelum memutuskan mendarat di bandara alternatif.
“Lion Air JT 924 akhirnya mengalihkan pendaratan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sementara Wings Air IW 1928 mendarat di Bandara Frans Seda, Maumere, Flores,” jelasnya.

Angin Kencang Jadi Pemicu
Berdasarkan laporan BMKG, angin kencang dari arah timur-tenggara menjadi penyebab utama gangguan penerbangan, meskipun jarak pandang tercatat masih memadai di angka 4.000 meter. Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenote’k, menyebutkan bahwa angin kencang ini diperkirakan berlangsung selama beberapa jam ke depan.

“Seluruh pihak diharapkan terus memantau kondisi cuaca dengan cermat agar keselamatan penerbangan tetap terjamin,” tambahnya.

Dampak Lain: Lion Air JT 271 Gagal Lepas Landas
Cuaca buruk juga memengaruhi keberangkatan pesawat Lion Air JT 271 tujuan Denpasar. Pesawat yang sudah berada di landasan pacu gagal mengudara dan harus kembali ke apron. Setelah menunggu, pesawat akhirnya berhasil terbang pada pukul 14.15 WITA.

Keselamatan di Tengah Tantangan
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pihak bandara, maskapai, dan BMKG. Langkah cepat mengalihkan pendaratan dan menunda keberangkatan menunjukkan komitmen terhadap keselamatan penumpang di tengah cuaca ekstrem.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *