Oelbubuk— Di RT 16 RW 08 Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah,Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT, tinggal seorang perempuan tangguh bernama Dency Talak (49). Sejak tahun 2017, ia mengelola 1.500 pohon jeruk Cina hasil cangkok dengan tekun dan konsisten. Dari kebun inilah, Dency membiayai hidup dan pendidikan kelima anaknya hingga menjadi sarjana.
Ditinggal suami pada tahun 2019, Dency harus menjalani hidup sebagai ibu tunggal. Ia berasal dari Liliba, Kota Kupang, dan memilih tetap bertahan serta berjuang demi masa depan keluarganya. Ia mengandalkan hasil panen jeruk yang hanya berlangsung sekali dalam setahun, yaitu dari bulan April hingga Agustus. Dalam satu musim panen, pendapatannya berkisar antara Rp70 juta hingga Rp80 juta.
Seluruh hasil penjualan jeruk digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya. Kini, semua anaknya telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ada yang menjadi guru, ada pula yang bekerja sebagai perawat. Semua itu dicapai hanya dari hasil menjual jeruk selama lebih dari satu dekade.
Kebun milik Dency tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga menjadi tempat kunjungan masyarakat. Setiap hari kerja, ada sekitar tiga hingga empat kelompok pengunjung yang datang. Pada akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung meningkat menjadi sepuluh kelompok per hari. Mereka datang untuk membeli jeruk langsung dari kebun dan melihat secara langsung proses penanaman dan perawatan tanaman.
Sejak tahun 2014, keluarga Dency mulai merasakan hasil dari usaha pertanian ini. Namun baru pada 2017, Dency mulai mengelola kebun sendiri secara penuh. Hingga hari ini, ia tetap konsisten dan tidak pernah berhenti berproduksi.
Kisah Dency Talak merupakan contoh nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, dan komitmen dapat mengubah kehidupan. Dari desa kecil di Mollo Tengah, ia berhasil membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi penopang utama keluarga dan membesarkan anak-anak hingga berhasil, meski dengan sumber daya terbatas

Tinggalkan Balasan