Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Benain Noelmina Nusa Tenggara Timur Kludolfus Tuames menyebut bahwa urusan konservasi harus melibatkan semua pihak.
Menurut Dolfus urusan konservasi merupakan tanggungjawab bersama semua pihak.
Dalam laporannya Dolfus menyebut bahwa Provinsi NTT yang terbaik dan mendapat penghargaan dari Kementrian LHK RI terkait kegiatan penanaman serentak ini.
Dolfus Tuames mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mengatasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup dan mendukung percepatan rehabilitasi hutan dan lahan.
Dikatakan bahwa kegiatan hari ini adalah kegiatan yang ketiga dan merupakan tahap terakhir dilakukan di tempat yang sama.
Pada kesempatan tersebut Dolfus juga mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam penanaman mangrove serentak di 25 provinsi di indonesia hari ini.
Dolfus menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini dalam rangka penanaman serentak 25. 000 mangrove di seluruh indonesia termasuk NTT.
“Inisiatif kegiatan ini menindaklanjuti rencana Ibu Menteri Kehutanan RI pada saat penanaman serentak di Halaman Kantor Gubernur NTT beberapa waktu lalu,” kata Dolfus saat acara penanaman serentak 1000 Mangrove di Taman wisata alam laut Teluk Kupang,Desa Tanah Merah,Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang,Kamis tanggal 25 April 2024 pagi.
Salah satu ancaman kata Dolfus gangguan ternak meskipun ada upaya yang dilakukan masyarakat menghalau agar tanaman tidak diganggu oleh ternak.
Ia juga mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam penanaman mangrove serentak di 25 provinsi di indonesia.
Dolfus menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan penanaman pohon sebelumnya yang dilaksanakan sebelum-sebelumnya sesuai dengan arahan Ibu Menteri Kehutanan dan Lingkungan.
Putra Kelahiran TTU ini menegaskan bahwa menanam pohon bukan hanya memiliki fungsi ekonomi, namun juga memiliki fungsi sosial dengan memberikan nilai edukatif sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan tempat tinggal bagi manusia serta fungsi ekologis sebagai penghasil oksigen, pengikat sedimen, menjaga ketersediaan air dan sebagai habitat berbagai makhluk hidup dan sebagainya.
“Selain itu, pohon juga memiliki kemampuan menyerap karbon yang cukup efektif sehingga mampu menahan dampak laju perubahan iklim, sebagai bagian dari komitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FoLU Net Sink 2030.” Jelas Dolfus
Hadir dalam kesempatan tersebut Tenaga Ahli Menteri Bidang Penanganan Persemaian Modern,OPD Lingkup NTT,TNI AD,TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara,Kepolisian,Kejaksaan Tinggi,Balai Wilayah Sungai,Pimpinan Forkopimda NTT dan pejabat lainnya serta Dharma Wanita Mahasiswa.

Tinggalkan Balasan